Porprov Sasar Atlet Yunior

PorprovBERBAGAI baleho dan spanduk bergambar tukik (anak kura-kura hijau) sudah bertebaran di Banyuwangi. Disertai tulisan selamat datang kontingen atlet (dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur). Itu menjadi pertanda, bahwa Banyuwangi sudah siap melaksanakan Porprov Pekan Olahraga Propinsi ke-5. Sekitar sembilan ribu orang (atlet dan official) akan mengikuti Porprov, sejak 3 Juni sampai 13 Juni.
Penetapan gambar karikatur tukik sebagai maskot Porprov kelima, bukan dibuat asal-asalan. Melainkan pilihan sangat filosofis, sekaligus potensi nyata daerah (Banyuwangi). Setiap tahun, empat dari enam jenis tukik di dunia, bertelur di sepanjang pantai Banyuwangi. Masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten juga telah memiliki beberapa lokasi perlindungan penangkaran penyu. Salahsatunya, Tukik, yang paling populer dan menjadi idola di seluruh dunia.
Sebagai hewan langka yang dilindungi (berdasar kesepakatan negara-negara di seluruh  dunia), kura-kura hijau biasa digunakan sebagai lambang keselamatan. Gambar kura-kura hijau sering mengiringi pepatah “biar lambat asal selamat.” Penggambaran berjalan lambat merupakan penampilan kura-kura di darat. Tetapi di kedalaman laut, kura-kura mampu berjalan cepat bagai kendaraan militer tank amphibi. Biasa pula menempuh perjalanan jauh ribuan kilometer.
Hebatnya, hewan berpola auto-natus (menetas sendiri) itu, harus siap seketika setelah keluar dari telur. Karena anugerah bakat alamiah, bayi merah tukik berjalan sendiri menuju arah laut. Tukik bagai kadet (atlet yunior) yang wajib di-fasilitasi agar dapat mencapai arena lebih luas bagai laut. Pengharapan tukik, sama persis dengan kebutuhan atlet yunior dengan mengikuti Porprov.
Sebagaimana PON ditingkat nasional, Porprov setidaknya menjadi “anak tangga” penyemangat prestasi. Even ini merupakan ajang multi even olahraga prestasi yang diselenggarakan sejak tahun 2007 lalu. Tidak boleh dianggap sepele. Sebab tak jarang dari even Porprov (seperti even dua tahun lalu) banyak ditemukan bibit olahragawan yang mampu berprestasi pada tingkat nasional (PON) maupun internasional (SEA Games dan Asian Games).
Jargon sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ke-ekonomi-an, telah menjadi tekad Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Walau harus dimaklumi, bahwa Banyuwangi belum akan tampil menjadi juara umum. Beberapa stadion (GOR Diponegoro dan Tawangalun) telah mulai direnovasi. Ada penambahan venue, tribun dan  kolam renang. Tetapi Pemkab Banyuwangi mesti pula siaga antisipasi akomodasi, khususnya penginapan.
Seluruh hotel dan penginapan, sudah ter-booking habis. Bahkan beberapa gedung pemerintah kabupaten dan sekolah (pesantren) disulap menjadi penampungan atlet. Sebab, selain pelatih dan official, akan banyak pula orangtua atau keluarga atlet yang akan turut hadir men-support. Porprov kelima kali ini akan mempertandingan 32 cabor (cabang olahraga), dengan beberapa nomor pada setiap cabor.
Istimewanya, seluruh cabor yang dipertandingkan juga memiliki jalur sampai ke ASEAN Games dan Asian Games, serta Olympiade. Jadi, Porprov menjadi ajang yang tepat untuk men-dadar potensi atlet. Karena itu harus dijauhkan dari KKN. Bahkan pada nomor-nomor khusus cabor (panahan, menembak, dan beladiri) beberapa “alumni” Porprov bisa meraih medali pada kejuaraan dunia single even internasional.
Porprov Jawa Timur sebenarnya sangat khas, karena hanya diikuti atlet baru yang dihasilkan dari berbagai Kejurda tingkat kabupaten dan kota. Atlet yang “telah jadi” (sudah masuk program Puslatda) tidak boleh ikut Porprov. Maka dengan periode penyelenggaraan dua tahunan, Porprov sebenarnya sangat dapat dijadikan sebagai “lumbung” atlet. Menghasilkan atlet “lapis dua,” yang bisa diunggah setelah dibina intensif.
Sehingga dengan penyelenggaraan Porprov, persiapan Jawa Timur pada even PON (empat tahunan) menjadi lebih baik. Akan lebih banyak atlet yang terpilih berdasarkan prestasi, bukan berdasarkan “titipan” pelatih maupun pilihan pengurus cabang olahraga.

                                                                                                               ———   000   ———

Rate this article!
Tags: