Positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo Capai 89 Orang, Enam Sembuh

Pasien positif yang sudah sembuh dipulangkan dari RSUD Waluyo Jati.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

llok Probolinggo, Bhirawa
Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo yang sembuh kembali bertambah. Sepanjang dua hari lalu, sebanyak enam orang yang sebelumnya dinyatakan positif dikonfirmasi sembuh. Namun Positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus bertambah pula, Hingga Ju’at 29/5/2020 malam mencapai 89 Orang. Hal ini diungkapkan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto, Sabtu 30/5/2020.
Dikatakannya, dua hari belakangan sebanyak enam orang positif sembuh. Mereka yang sembuh, langsung dipulangkan ke rumah masing masing. “Alhamdulillah, 6 orang ini kondisinya bagus dan sehat. Mereka dinyatakan sembuh karena hasil swab-nya dua kali negatif. Selanjutnya mereka tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari dengan terus menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Menurut Anang, enam orang tersebut sembuh di waktu berbeda. Ada yang sembuh pada Kamis 28/5 lalu dan sisanya sembuh pada Jumat 29/5. Untuk tiga orang yang dinyatakan sembuh duluan, berasal dari dua klaster yang berbeda. Yakni, klaster Pelangi terdiri dari laki-laki berusia 69 tahun dari Desa Jambangan, Kecamatan Besuk dan laki-laki berusia 51 tahun dari Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto. “Serta klaster tenaga kesehatan perempuan berusia 30 tahun yang sehari-harinya bertugas di Puskesmas Wangkal Kecamatan Gading,” jelasnya.
Anang menerangkan, hasil swab ke-3 orang yang sudah sembuh ini keluar kemarin. Hasilnya ada yang berasal dari Nasional Hospital Surabaya karena yang bersangkutan dirawat di sana, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Universitas Airlangga Surabaya dan TCM (Tes Cepat Molekuler) dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Adapun yang sembuh kemarin berasal dari klaster tenaga kesehatan. Yakni, laki-laki berusia 26 tahun dari Kelurahan Sidomukti dan laki laki berusia 48 tahun dari Desa Sumberlele. Keduanya merupakan dari Kecamatan Kraksaan. Keduanya sehari-harinya bertugas di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. “Yang satunya perempuan berusia 47 tahun yang sehari-harinya bertugas sebagai tenaga kesehatan di RSUD Tongas. Mereka dinyatakan sembuh karena hasil swab-nya dua kali negatif,” tandasnya.
Selanjutnya mereka tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari dengan terus menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya. “Untuk kondisi ketiga orang yang sudah sembuh ini bagus dan sehat,” katanya.
Bagi semua yang sudah sembuh, Anang mengingatkan, mereka bisa saja terinfeksi ulang. Jadi, harus tetap menerapkan protokol kesehatan, selama dan di manapun berada. “Contohnya, selalu memakai masker, sering cuci tangan saat beraktivitas dan tidak perlu keluar rumah kalau memang tidak terpaksa. Tidak ada perlu yang sangat mendesak sekali jangan keluar rumah sampai pulih betul dan suasana di luar membaik,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakannya perkembangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Probolinggo untuk yang terkonfirmasi positif pada Jumat 29/5/2020 malam, sebanyak 89 orang dengan keterangan 32 orang masih dirawat dan menjalani isolasi, 55 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia.
“Alhamdulillah, hari ini ada tambahan tiga orang yang sembuh dari COVID-19. Mereka berasal dari Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan, Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan serta tenaga kesehatan dari RSUD Tongas,” tandas Anang.
Sejauh ini untuk orang terkonfirmasi positif COVID-19 lain yang sedang menjalani isolasinya kondisinya dari hari ke hari semakin baik. Buktinya semakin hari angka kesembuhan bertambah terus. “Untuk pemeriksaan swabnya memang tidak semua, tetapi progresnya sudah terjadwal semuanya. Karena memang dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas yang ada. Tetapi yang pasti setiap hari dilakukan pemeriksaan swab,” jelasnya.
Anang menerangkan keluhan yang sering disampaikan pada prinsipnya tidak ada, tetapi yang pasti hanyalah kebosanan dan ingin cepat pulang ke rumahnya masing-masing. Kalau untuk yang lain-lain subjektif yang mendasar dan menjadi kajian bagi Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo. “Makanya tim kuratif berusaha melakukan semaksimal mungkin upaya-upaya untuk mempercepat proses kesembuhan dengan berbagai cara,” tegasnya.
Selama berada di rumah pengawasan, mereka selalu diajak melakukan olahraga kecil. Mereka juga masih bisa melakukan komunikasi dengan sesama, namun tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker dan tidak kontak fisik. “Selain itu, mereka masih bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya masing-masing. Untuk menjaga daya tahan tubuhnya, mereka diberikan vitamin dan dijaga asupan makannya,” terangnya.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang dengan keterangan 6 orang dalam pengawasan, 35 orang selesai diawasi dan 18 orang meninggal dunia. Serta, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 464 orang dengan keterangan 53 orang dalam pemantauan, 406 orang selesai dipantau dan 5 orang meninggal dunia. “Tambahan satu orang PDP baru ini adalah seorang balita perempuan berusia 1,5 bulan dari Desa Brani Wetan Kecamatan Maron yang mempunyai keluhan sesak napas, infeksi paru-paru dan pneumoli,” ungkapnya.
Anang menambahkan kalau TCM (Tes Cepat Molekuler) itu keuntungannya bisa lebih cepat, karena dalam waktu 1,5 jam dan maksimal 2 jam sudah ada hasilnya. Walaupun hasilnya tetap harus dilaporkan ke Jakarta. “Jadi keuntungannya dengan adanya TCM bisa lebih cepat. Cuma masalahnya untuk ketersediaan cartridge itu tidak mudah. Tapi kalau alatnya selalu ready, tinggal menunggu cartridgenya,” paparnya.
Kemungkinannya hari ini cartridge sudah bisa datang lagi. Semoga dengan adanya cartridge pihaknya bisa bergerak lagi. Tetapi yang jelas, banyaknya orang terkonfirmasi positif COVID-19 sembuh tersebut tergantung daya tahan tubuhnya. Cuma kecepatan orang pulang karena adanya TCM.
“Jadi TCM bukan membuat cepat sembuh, tapi membuat cepat pulang. Contohnya, kita dilakukan swab sekarang kalau ke surabaya paling tidak menunggu sampai 6 hari, tetapi kalau menggunakan TCM tinggal beberapa hari bisa lebih cepat pulangnya,” tambahnya.(Wap)

Tags: