Potensi Bencana Tinggi, Kota Batu Segera Tambah Lima Destana

Dengan memiliki bekal manajemen kebencanaan yang memadai, warga pedesaan mampu menangani setiap bencana yang terjadi dengan cepat.

Kota Batu,Bhirawa
Tingginya potensi bencana alam di Kota Batu terutama tanah longsor dan angin kencang, mendesak untuk mengubah semua desa/kelurahan menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana). Dari 24 desa/ kelurahan yang ada, baru 15 di antaranya yang berbentuk Destana. Saat ini pemkot tengah mempersiapkan lima desa/ kelurahan lagi agar bisa menjadi Destana.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho mengatakan, dalam pembentukan lima Destana baru, satu di antaranya ditangani langsung BPBD Jatim. Adapun empat desa yang lain ditangani BPBD Kota Batu.

“Saat ini akan dilakukan penambahan empat desa/kelurahan sebagai Destana yang ditangani BPBD Kota Batu. Keempat desa itu meliputi, Desa Bumiaji, Desa Oro-oro Ombo, Desa Tlekung dan Desa Beji,”ujar Gatot, Senin (8/2).

Sementara, pembentukan destana di Desa Pandanrejo Kota Batu berada di bawah kendali BPBD Jatim. Dalam pembentukan Destana ini, BPBD Jatim maupun BPBD Kota Batu berpedoman pada Perka BNPB nomor 1 tahun 2012 tentang pedoman umum desa/kelurahan tangguh bencana.

“Baik di provinsi maupun di daerah materinya sama terkait pembentukan desa tangguh bencana karena berpedoman pada aturan yang sama,” jelas Gatot.

Diketahui, tingginya resiko bencana alam di Jawa Timur juga mendorong BPBD Jatim untuk membentuk Destana. Di tahun 2021 ini, akan dilakukan penambahan 40 destana di Jatim. Hingga saat ini total sudah ada 702 desa/kelurahan di Jatim yang berstatus Destana.

BPBD Jatim akan berkeliling ke tiap desa/kelurahan se-Jatim untuk penambahan 40 Destana ini. Dalam menjalankan program itu, BPDB akan membawa satu unit mobil yang berjuluk Mosipena (mobil edukasi penanggulangan bencana).

Menurut Gatot, Mosipena ini akan berkunjung ke Kota Batu, tepatnya di Desa Pandanrejo pada 15 Februari nanti.

Kedatangan Mosipena ini dalam rangka menjadikan Desa Pandanrejo sebagai Destana.

Mosipena ini dilengkapi dengan peralatan penunjang untuk mentransformasikan pengetahuan manajemen kebencanaan.

“Dari gejala terjadinya bencana, penyelamatan diri saat bencana hingga penanganan pasca bencana,” tambah Gatot.

Dipilihnya Desa Pandanrejo sebagai lokus kunjungan Mosipena, karena di desa ini belum dibentuk Destana. Saat itu BPBD Jatim meminta rekomendasi kepada BPBD Kota Batu agar menunjuk satu desa untuk dijadikan Destana, dan Pandanrejo yang terpilih.(nas)

Tags: