Potret Minat dan Bakat Siswa, Buat Rapot Festival dan Porkom

Salah satu orangtua siswa menunjukkan rapot khusus yakni rapot festival dan portolio serta rapot akademik putranya.

Penilaian Didasarkan pada Lifeskill dan Potensi siswa
Surabaya, Bhirawa
Dua rapot khusus dibagiakan SMA Muhammadiyah X (SMAM X) Surabaya dalam laporan hasil evaluasi belajar siswa. Selain mendapatkan rapot akademik atau penilaian pembelajaran mata pelejaran umum. Para siswa juga mendapatkan rapot pendamping khusus yakni Rapot Festival dan Portofolio Komunitas (Porkom) Potensi Bakat Minat.
Sebagai sekolah keberbakatan, SMAM X Surabaya menilai kedua rapot khusus ini perlu diberikan guna memotret minat bakat siswa dan pembelajaran otentik, yang menggabungkan akademik dengan penilaian lifeskill. Hal ini sekaligus menegaskan, bahwa konsep minat bakat SMAM X Surabaya sejajar dengan penilaian akademik.
“Rapor festival sebagai evaluasi lebih terperinci dalam tugas – tugas festival akhir semester. Dan kami kembangkan lagi dengan penambahan Portofolio Komunitas, untuk merekam jejak siswa selama sekolah di SMAM X Surabaya, aktifitas dan prestasi, dan produk atau project yang mereka kerjakan,” ungkap Kepala SMA Muhammadiyah X Surabaya, Sudarosman.
Portofolio ini juga bisa dijadikan penunjang saat melanjutkan ke jenjang studi selanjutnya. Ditambahkan Waka Humas SMAMX, Suardi kedua rapot itu mempunyai perbedaan dalam penilaian. Jika raport festival fokus dalam menilai enam Ranah yakni religi, emosional, pikir, raga, sosial dan hati. Serta bentuk evaluasi yang berbasis pada projek siswa sesuai dengan pebimbing dan bidang studi yang diminati. Projek yang dimaksud biasnya berkolaborasi antar bidang studi.
“Misalnya untuk ranah pikir para siswa bisa membuat projek sesuai passion mereka yang tergabung dalam komunitasnya. Seperti yang tergabung di komunitas kesehatan bisa dengan membuat penemuan herbal. Atau ranah raga biasanya di komunitas seni atau olahraga, bisa membuat pertunjukan teater kecil atau kreasi senam SKJ baru,” jelasnya.
Sedangkan portofolio, lanjutnya, merupakan hal baru karena selama ini narasi keberbakatan hanya ditulis nama dan kriteria penilaian. Tetapi dalam rapor ini lebih detail ketercapaian anak dalam mengikuti komunitas yang didasarkan pada prestasi, keaktifan dan minat bakat siswa.
“Dalam rapor ini sistemnya semakin banyak siswa mengikuti kegiatan potensi maka semakin banyak lembar evaluasinya. Yang kami potret adalah softskill dan prestasi, spesific skill, personal skill dan social skill dalam komunitas dan spiritual skill,” urainya.
Portofolio ini, juga bisa digunakan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun melamar pekerjaan. ”Rapot dinas (dinas pendidikan) ini kan hanya mengakomodasi penilaian akademik saja ya. Sementara penilaian di sekolah kami meliputi banyak aspek, dan juga minat bakat siswa secara utuh. Jadi per tiga bulan sekali atau tengah semester kita selalu laporkan hasil evaluasi belajar para siswa pada orangtuanya,” jabarnya.
Sudarosman berharap, adanya dua raport itu secara khusus bisa jadi pendukung utama bagi wali murid untuk memahami potensi anak yang tidak melulu terpacu pada nilai akademik tetapi juga bakat minat lain. Sementara bagi siswa ini juga dapat sebagai portfolio atau rekam jejak mereka nantinya selama sekolah, yang lantas di dapat memberi kepercayaan diri
Sementara itu, siswa kelas X, Marsha Dirotunnasiha mengungkapkan, saat melihat rapot baru yang diberikan pihak sekolah ia merasa heran. Pasalnya rapotnya mirip kalender dan buku kenangan karena dibuat berbeda dengan rapot pada umumnya.
“Kalau biasanya rapot tebal atau pakai map biasa tapi kalau rapor ini out of the box gitu. Tetapi rapornya juga mewakili evaluasi belajar dan kegiatan,” katanya.
Dengan setiap pemberian nilai, ia bisa melihat rincian nilai dari berbagai sisi untuk meningkatkan potensi yang dimiliki. Ia juga mendapat evaluasi dari setiap tugas yang dilakukannya. Sehingga ia bisa mengingat setiap tugas tematik yang terbilang berbeda dengan tugas pelajaran.
“Ini juga ada juga penilaian softskill dan spesifik personal skill. Jadi benar-benar dinilai komunitasnya juga, jadi bisa benar-benar tahu skill kami dan buat referensi kalau nanti butuh portofolio SNMPTN,” paparnya. [ina]

Tags: