PPDN SMPN I Cerme Diduga Diwarnai Pungli

pungli-sekolah-gambar-hanyalah-ilustrasiGresik, Bhirawa
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 1 Cerme disinyalir diwarnai isu suap. Untuk bisa diterima di sekolah favorit di Kec Cerme ini, kabarnya seorang wali murid harus mengeluarkan sejumlah uang sebesar Rp3 juta sebagai pelicin.
Praktik itu bahkan sudah dilakukan secara terang-terangan. Kalau mau, orang tua murid disuruh langsung bayar di atas meja. Setiap bangku dijual dengan bandrol Rp3 juta. Karena itu, percuma meski nilainya baik kalau tak pakai uang pelican karena tak bakalan masuk. ”Nggak bakalan anaknya bisa diterima,” kata salah seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya, Kamis (3/7).
Salah seorang wali murid lain juga menuturkan sama. Pada saat anaknya masuk ke sekolah itu tahun lalu juga membayar  Rp1,5 juta sebagai uang sogok. Namun, untuk tahun ini naik menjadi Rp3 juta. ”Tahun kemarin anak saya juga bayar Rp1,5 juta. Tapi sekarang katanya naik menjadi  Rp3 juta,” kata salah seorang wali murid yang juga Kepala Sekolah SDN di Kec Kedamean ini.
Praktek  pungli yang dilakukan sekolah itu sudah sangat vulgar. Bahkan, sebelum test digelar, para guru sudah menawarkan kepada orang tua murid. Asal mau membayar Rp3 juta, anaknya dijamin pasti diterima. ”Kalau begini caranya kasihan anak orang tak mampu. Meski nilainya baik tidak punya uang nggak bakalan bisa diterima,” tambahnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Cerme, Nasir, belum berhasil dimintai konfirmasinya terkait sinyalemen pungli di lembaga sekolah yang dipimpinnya itu. Berulang kali dikonfirmasinya via ponselnya tidak diangkat meski nadanya aktif. [eri]

Tags: