PPKM Darurat Diterapkan, Dispendukcapil Kabupaten Malang Tetap Layani Adminduk

Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sirath Aziez. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Meski di Kabupaten Malang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hal ini tidak membuat turunnya kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang mengurus adminduk dilayani seperti biasa, namun melalui sistem online.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sirath Aziez, Rabu (21/7), kepada wartawan  mengatakan, untuk mengurus adminduk, masyarakat bisa melakukan semuanya melalui sistem online yang telah kita sediakan. Terkecuali bagi masyarakat yang akan melakukan perekaman untuk foto elektoronik Kartu Tanda Penduduk e-KTP, yang hal itu memang harus datang langsung ke Kantor Dispendukcapil. “Sistem pelayanan online ini telah lama diterapkan di Kabupaten Malang, sehingga walau masih dalam masa pandemi ini, tidak banyak perubahan aturan yang diberikan kepada warga yang akan melakukan pengurusan berkas kependudukan,” jelasnya.

Masih dia jelaskan, dengan sistem online masyarakat Kabupaten Malang yang mengurus adminduk cukup dengan melalui online. Sehingga mereka tidak datang ke Kantor Dispendukcapil, tapi cukup melalui rumah. Dengan mengurus adminduk melalui online, tentunya hal ini memberikan kemudahan masyarakat, karena hanya cukup di rumah bisa mengurus adminduk. Namun sebelum adanya palayanan online, masyarakat ketika mengurus adminduk harus datang ke Kantor Dispendukcapil di wilayah Kota Kepanjen.

“Tapi untuk perekaman e-KTP masyarakat harus datang ke Kantor Dispendukcapil, dan belum bisa melalui online. Sehingga meski saat ini terjadi PPKM Darurat kepengurusan adminduk tetap kita layani,” tutur Azies.

Menurut dia, dalam penerapan sistem online tersebut, Dispendukcapil Kabupaten Malang meyakinkan jika privasi masyarakat tetap kita jaga dan aman. Meski beberapa waktu lalu telah terjadi peretasan data oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Sehingga hal itu terus kita lakukan evaluasi agar kejadian yang merugikan itu tak sampai terulang kembali. Seperti dengan cara meningkatkan sistem keamanan yang ada, dan itu terus kita perbaiki.

“Pihaknya kini sudah  mengantisipasi agar peretasan data tidak sampai terulang kembali. Sehingga pengamanan data masyarakat terus kita lakukan, karena jika kembali diretas maka dikhawatrikan akan terjadi efek yang tidak baik,” pungkas Azies. [cyn]

Tags: