PPKM Diperpanjang, Pemkot Madiun Lakukan Pelonggaran Kebijakan

Wali Kota Madiun, [Maidi.sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Pemkot madiun memutuskan sejumlah kelonggaran pada pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro jilid III di Kota Madiun, mulai 9 sampai 22 Maret.

Kebijakan itu, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Wali Kota Madiun Maidi menyatakan, pada PPKM Mikro jilid III ini, sejumlah kebijakan yang dilonggarkan yakni jam malam atau jam operasional pedagang kaki lima (PKL) diperpanjang hingga pukul 23.00 WIB, dari semula pukul 22.00 WIB termasuk menghidupkan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang sudah tidak lagi dibatasi.

“PPKM dan protokol kesehatan sudah tidak bisa ditawar lagi, tapi kegiatan ekonomi itu agak kita perlonggar,”kata Maidi, Selasa (9/3).

Dikatakan oleh Wali Kota Maidi, Kendati demikian, meski telah adanya kelonggaran kebijakan, namun ia meminta kepada masyarakat agar tidak terlena. Karena jika nanti setelah dilakukan evaluasi dan angka kasus aktif semakin tinggi, maka Pemkot tidak segan menarik kebijakan dan kembali diperketat seperti semula.

“Tetapi bukan seenaknya sendiri, tidak menerapkan protokol kesehatan. Justru itu yang diperketat,” tegasnya.

Selama penerapan PPKM mikro, dua kelurahan di Kota Madiun yakni Ngegong dan Kuncen berstatus zona hijau sedangkan 25 lainnya masih berstatus zona kuning. Secara rinci dari 1.025 RT se-Kota Madiun, 64 di antaranya berstatus zona kuning sedangkan 961 RT berstatus zona hijau.

“PR kita menyelesaikan RT yang statusnya kuning dan yang RT-nya sudah hijau, prokesnya jangan sampai kendor. Justru yang hijau harus dipertahankan,” tandas Wali Kota. [dar]

Tags: