PPKM Jawa – Bali

Bersamaan dengan awal vaksinasi, pemerintah memberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serentak seantero Jawa dan Bali, selama dua pekan. Akan menjadi PPKM terbesar di dunia dengan melibatkan 165 juta jiwa penduduk. Juga terasa lebih berat dibanding masa transisi, karena berbagai kegiatan perekonomian masyarakat mulai dibuka. PSBB akan berdampak bertambahnya keparahan kemiskinan penduduk. Serta konsekuensi penggelontoran bantuan social (Bansos) lebih besar.

Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimulai 11 Januari 2021. Berlaku pembatasan kegiatan di enam propinsi (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogya, dan Jawa Timur). Merupakan pulau dengan populasi penduduk terbesar di dunia. Setara dengan seperempat jumlah penduduk benua Eropa. Sekaligus memiliki kasus CoViD-19 terbesar tingkat kawasan di Indonesia. Kasus terkonfirmasi di pulau Jawa sebesar 62,8% total nasional. Ditambah propinsi Bali menyumbang 2,3% kasus nasional.

Mobilitas orang di Jawa dan Bali meliputi 60% pergerakan perkonomian nasional. Sehingga dampak PPKM akan sangat menyusutkan perekonomian. Terutama pergerakan PDB (Produk Domestik Bruto) dari sektor perindustrian, serta perdagangan berskala nasional, dan global. Berdasar data BPS (Badan Pusat Statistik) sampai kuartal ketiga, perekonomian propinsi Bali menempati peringkat paling terdampak, dengan penyusutan sebesar 12%.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi (minus) propinsi di Jawa, berturut-turut, Banten (-5,77%), Jawa Barat (-4,08%), Jawa Tengah (-3,93%), DKI Jakarta (-3,83%). Serta Jawa Timur (-3,75%), dan DI Yogya lebih “lebih beruntung” karena susut terendah (-2,84%). Pada masa pandemi (dan pemberlakuan (PSBB) banyak masyarakat kehilangan nafkah. Niscaya menambah penduduk miskin (termasuk rentan miskin dan hampir miskin).

Dengan pemberlakuan PPKM lebih luas (se-Jawa dan Bali) pertambahan penduduk miskin masuk dalam kategori perkiraan (skenario) paling berat. Bisa mencapai 12,80% dari total populasi (setara 33,9 juta jiwa). PPKM menjadi roadmap status darurat disesuaikan dengan UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Karena kurva paparan CoViD-19 selalu membubung dalam sepekan terakhir. Kasus baru per-hari, lebih dari 8 ribu orang dinyatakan positif.

Walau bagai buah simalakama, PPKM menjadi pilihan terbaik melaksanakan visi “prioritas keselamatan rakyat.” Senelumnya, PSBB pertama dilaksanakan secara nasional, pada bulan Mei 2020. Terasa pedih secara psikis, fisik, ekonomi, dan sosial. Seluruh bandara di Indonesia ditutup sementara sampai 1 Juni, sebagai upaya memutus rantai pewabahan virus corona. Juga seluruh stasiun kereta api, dan di pelabuhan (angkutan laut dan penyeberangan).

PPKM yang merupakan penyesuaian dari PSBB akan secara ketat melaksanakan protokol kesehatan (Prokes), meliputi penggunaan masker secara baik dan benar. Juga social distancing, dan physical distancing. Operasional pusat perbelanjaan dibatasi jam malam. Sedangkan pasar yang menjual bahan pangan di-izinkan buka terbatas. Warung makan (dan warung kopi) boleh buka, tetapi dilarang melayani dine-in (makan di tempat berkerumun). Serta layanan pesanan secara online.

Walau transportasi dibatasi, namun pelaksanaan PSBB tetap menjaga alur distribusi, terutama sektor pangan, dan obat-obatan. Serta mempertimbangkan sektor manufaktur (industri pengolahan) yang telah mulai bangkit. Pemerintah (pusat) wajib melindungi kepentingan nasional, dengan mencermati seksama PPKM. Termasuk pelaksanaan Bansos yang tepat sasaran, sebagai konsekuensi penetapan keadaan darurat.

UU Penanggulangan Bencana pada pasal 26 ayat (2), menyatakan, “Setiap orang yang terkena bencana berhak mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar.” Berdasar pasal 48 huruf d, pemenuhan kebutuhan dasar merupakan prosedur tetap penyelenggaraan penanggulangan bencana.

PPKM seyogianya bukan sekadar memperketat dan penegakan hukum Prokes. Melainkan juga memberi kesempatan lebih panjang pemerintah menggencarkan Bansos. Sekaligus sosialisasi pra-kondisi vaksinasi kolosal nasional.

——— 000 ———

Rate this article!
PPKM Jawa – Bali,5 / 5 ( 1votes )
Tags: