PPKM Level 4, Swab Antigen Bisa Digunakan untuk Dapatkan Layanan RS

Warga Kecamatan Asemrowo saat di rapid antigen usai dilakukan pendataan atau tracing untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19. [Trie diana/bhirawa]

Pemprov Jatim, Bhirawa
Perpanjangan PPKM Darurat yang berlangsung berdasarkan level asesmen berakhir kemarin, Minggu (25/7). Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengumumkan rencana pembukaan penyekatan secara bertahap jika terjadi tren penurunan kasus Covid-19.
Terkait hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku akan menunggu evaluasi PPKM level 4 dari Menteri Kordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Khofifah, PPKM Darurat telah berakhir sejak tanggal 20 dan selanjutnya mulai 21 – 25 Juli merupakan PPKM Level 4 yang diterapkan di 12 daerah. Sementara 26 daerah lainnya menerapkan PPKM Level 3.
“PPKM Level 4 akan ada evaluasi dengan Menko Marves, jadi Pemprov akan menunggu. Biasanya akan diikuti dengan terbitnya Instruksi Mendagri. Jadi kita akan menunggu seluruh evaluasi tersebut oleh tim dari pusat,” tutur Khofifah usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Universitas Airlangga kemarin.
Khofifah juga menjelaskan, terdapat kebijakan baru Menteri Kesehatan terkait penerapan PPKM level 4. Salah satunya ialah dimungkinkannya masyarakat mendapat layanan rumah sakit (RS) yang berstatus reimbursable (dapat diganti) BPJS Kesehatan. Ke-12 Daerah tersebut antara lain Tulungagung, Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Lamongan, Gresik, Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Batu.
“Jadi kalau dulu swab antigen itu tidak bersifat reimbursable dan ini akan menyulitkan masyarakat yang akses Lab PCR-nya tidak cukup cepat dan dekat. Sehingga mereka tidak bisa dilayani BPJS Kesehatan yang memberikan reimburse dari layanan pasien Covid-19,” ujar Khofifah.
Khofifah mengaku, saat ini 49,7 persen lab PCR terpusat di Surabaya. Oleh karena itu saat rakor dengan Menko Marves, pihaknya mohon agar ada penguatan di 37 daerah lainnya. Karena di Surabaya sudah hampir 50 persen, maka perluasan lab PCR menjadi penting supaya signifikansi dari testing yang dilakukan itu lebih baik.
“Meskipun sudah ada keputusan Menteri Kesehatan, bahwa untuk level 4, swab antigen sudah dimungkinkan untuk mendapat layanan rumah sakit yang reimbursable,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Khofifah menyebutkan, selama PPKM darurat hingga PPKM Level 4 pelaksanaan testing telah berjalan sangat signifikan. Testing yang dilakukan di Jatim mencapai 84 ribu per minggu. Sementara standar WHO 45 ribu per minggu.
“Jadi Jatim sudah dua kali lipat dari standar testing menurut WHO. Artinya juga, ada kecenderungan masyarakat yang merasa ada gejala ringan lalu segera mencari lab PCR terdekat dan itu dilakukan pada PPKM Darurat serta awal PPKM Level 4,” pungkas Khofifah. [tam]

Tags: