Prajurit TNI AL Gelar Layanan Psikologis di Kabupaten Nganjuk

Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut menerjunkan tim psikiater untuk memulihkan trauma korban paska bencana tanah longsor Dusun Selopuro.(ristika/bhirawa)

Hilangkan Trauma Korban Bencana Longsor Selopuro
Nganjuk, Bhirawa
Trauma paska bencana tanah longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos yang dialami para korban juga menjadi perhatian serius. Untuk itu Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut menerjunkan tim psikiater sejak awal bencana terjadi dan melakukan pelayanan psikoedukasi dan psikososial di tenda pengungsian.

Dalam penanganan traumatik korban bencana tanah longsor Dusun Selopuro, tim psikiater TNI Angkatan laut melakukan pendekatan kognitif, afektif dan psikomotorik. Terutama bagi anak-anak korban bencana diajak bermain, mengarang dan menggambar. Sedangkan untuk korban yang dewasa dapat dilakukan dengan berbagai macam metode terapi psikologis.

“Dalam kaitan bencana di Dusun Selopuro ini kami prajurit TNI AL melaksanakan UU No. 34/2004 tentang operasi militer selain perang atau OMSP. Sesuai kompetensi kami, kami melakukan layanan psikoedukasi dan psikososial,” terang Letkol Laut (T) Mawi Utomo, ST. M.Psi.

Kepada Bhirawa, perwira TNI kelahiran Nganjuk ini menjelaskan pentingnya psikoedukasi dan psikososial bagi korban bencana yang mengalami trauma. Menurut Letkol Laut Mawi Utomo, seluruh peristiwa bencana umumnya membawa pengaruh besar bagi korban termasuk kehilangan baik harta benda bahkan jiwa. Bencana juga mengganggu fungsi psikososial korban dan semua itu berpengaruh terhadap ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan dasar, terganggunya fungsi sosial berupa masalah traumatik yang berkepanjangan.

Bencana sosial akan merusak ikatan sosial, pranata sosial sehingga menimbulkan ketidakpastian masa depan, menurunnya kepercayaan diri dan keputus asaan. Dengan kata lain, peristiwa bencana akan membawa dampak besar terhadap kondisi fisik, emosi, pikiran dan tingkah laku sosial korban.

Terutama bagi warga yang terdampak bencana tersebut setelah dilakukan psikoedukasi dan Psychosocial berangsur-angsur para korban mulai pulih kembali walaupun belum semua hidup normal. “Layanan dukungan psikososial dapat berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, psikoedukasi, serta penguatan-penguatan sosio psikologis lainnya. Hal tersebut merupakan layanan sosial dasar kepada korban bencana yang menghadapi gangguan agar mampu keluar dari masalah trauma,” kata Letkol Laut (T) Mawi Utomo.

Bersama dengan para relawan serta personil Dinas Psikologi TNI AL, anak-anak korban bencana longsor Dusun Selopuro bersama orang tuanya nampak diberikan motovasi. Mereka dilakukan intervensi secara psikologis dengan bermain, bernyanyi dan bergembira. Sejumlah permainan dilakukan terutama kepada anak-anak untuk menghilangkan trauma akibat bencana dengan cepat.

Bahkan istri Bupati Nganjuk Yuni Sophia juga turut larut membangun kembali psikologis anak dan orang tua korban bencana longsor Selopuro. Dengan harapan, para korban bencana longsor dapat kembali menjalani hidup normal.(ris)

Tags: