Praktikkan “Konseling Keliling”, Mahasiswa Untag dapat Apresiasi Siswa

Mahasiswa Untag Surabaya melaksanakan pendekatan di dalam kelas saat tak ada mata pelajaran.

Pengalaman Ikut Program Surabaya Mengajar

Surabaya, Bhirawa.
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, mendapatkan pengalaman yang tak ternilai dengan melaksanakan kegiatan konseling keliling saat mengikuti program Surabaya Mengajar angkatan 5 yang dimiliki oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan kota Surabaya di SMPN 26 Surabaya.

Program Surabaya Mengajar angkatan 5 (PSM5) ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan secara langsung bagaimana menjadi seorang guru serta untuk mengasah kemampuan berkomunikasi didepan umum. PSM5 ini dilaksanakan pada 26 Februari 2024 hingga 14 Juni 2024.

SMPN 26 Surabaya merupakan salah satu sekolah menengah pertama negeri yang berlokasi di Kecamatan Tandes Kota Surabaya (daerah Surabaya Barat) yang dimana mayoritas muridnya adalah siswa yang bermukim didaerah sekitar sekolah tersebut. SMP Negeri 26 Surabaya dilembagakan sejak tahun 1983 sebagai Filial SMPN 14 Surabaya yang menempati gedung SDN Manukan Kulon IV, guru-guru yang mengelolanya dari SMPN 14 Surabaya dan dipimpin oleh Bapak Lubis Mulyoto, BA (Kepala SMPN 14 merangkap Kepala SMPN 26 Surabaya).

Khusnul Fathoni selaku mahasiwa UNTAG Surabaya pada program ini menjadi asisten guru BK (bimbingan Konseling), yang dimana selama proses PSM5 berlangsung, mahasiswa diberi pendampingan dan bimbingan oleh dosen pembimbing yakni Bu Isrida dan pembimbing dari sekolah/guru pamong yakni Bu Uci (Sri Muafah). Para pembimbing telah memberikan pembekalan dan arahan secara sistematis dan intensif serta mempersiapkan mahasiswa tidak hanya dari segi pengetahuan teknis, melainkan juga dari segi kesiapan mahasiswa terjun di sekolah dan merasakan bagaimana pengalaman menjadi guru secara langsung serta memberikan banyak kritik dan saran untuk kesuksesan program mahasiswa tersebut berjalan.

Proses konseling keliling ini diawali dengan mahasiswa UNTAG Surabaya, Khusnul Fathoni yang diperkenalkan oleh guru pamong selama di SMPN 26 Surabaya kepada murid di sekolah ini. Proses pengenalan awal ini berlangsung kurang lebih 2 hingga 3 minggu, Dimana Fathoni dan guru pamong berkeliling ke seluruh kelas yang ada di SMPN 26 Surabaya, mulai dari kelas paling awal yakni VII-A, hingga ke kelas terakhir yakni IX-J. setelah kegiatan pengenalan selesai, Fathoni akhirnya mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan murid agar mereka mau untuk berbagi “cerita” yang tidak bisa mereka sampaikan kepada guru di sekolah.

Setelah dilakukan pendekatan sebagai awal dari kegiatan konseling keliling ini, diperoleh beberapa informasi yang terbilang cukup rahasia, dimana ada beberapa siswa yang jika dilihat secara awam adalah murid yang aktif namun memiliki jejak akademik yang kurang baik, ternyata dibalik itu semua dia memiliki cerita yang kurang baik di rumah, dimana ia tidak mendapatkan kehangatan dari keluarga, sehingga satu satu nya sumber kebahagiaan nya adalah bersekolah dan bertemu dengan teman teman sebaya di kelasnya.

Dengan beberapa informasi yang telah didapatkan, Fathoni mengusahakan kepada pihak sekolah untuk tidak “terlalu keras” terhadap prestasi yang dimiliki oleh murid tersebut dikarenakan background yang ia miliki.

Pada akhir program surabaya mengajar 5 ini, Murid SMPN 26 Surabaya memberikan feedback yang cukup baik terkait adanya mahasiswa UNTAG Surabaya yang melaksanakan program PSM5 di sekolah mereka. Mereka berhadap di angkatan selanjutnya tetap ada mahasiswa yang akan datang di sekolah mereka dan memberikan kesempatan serta inovasi bagi murid murid di sekolah ini. (why.hel)

Tags: