Presiden Jokowi Dialog dengan Petani Ngawi

6-FOTO OPEN dar-presiden jokowi di ngawiNgawi, Bhirawa
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk mengoptimalkan hasil pertanian, khususnya swasembada pangan, perlu diambil sejumlah langkah. Untuk itu, pemerintah merencanakan berbagai langkah mengoptimalkan hal tersebut. Yakni mulai dari pembangunan waduk, perbaikan dam, jaringan irigasi, pemberian peralatan pertanian, pupuk hingga benih unggul.
“Data dari Kementrian Pertanian menyebutkan, sebanyak 55 Persen jaringan irigasi rusak. Jika jaringan irigasinya rusak, bagaimana bisa meningkatkan hasil pertanian ? Karena itu, pemerintah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan perbaikan irigasi hingga langkah lain. Itu tadi sekaligus menjawab pertanyaan soal jaringan irigasi banyak yang rusak,” kata Presiden RI, Jokowi, saat dialog dengan petani disela membagikan traktor dan diesel pompa air, di Ngawi, Sabtu (31/1).
Dalam dialog tersebut, Presiden juga menyoroti masalah swasembada pangan. Menurutnya, untuk hal yang krusial ini, harus terwujud dalam waktu tiga tahun ke depan. “Kami tidak mau lagi impor beras, gula, kedelai dan lainnya. Tidak akan lagi. Makanya produksi harus ditingkatkan,” tambah Jokowi.
Tak hanya itu yang disoroti oleh Presiden kelahiran Solo ini. Ia juga menyoal tentang distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat dibutuhkan oleh petani. Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang.
“Makanya lama. Sekarang sudah tidak ada lagi (lelang). Jangan main-main dengan pupuk dan benih untuk saat ini. Saya akan terus awasi,” tandas Jokowi.
Menurutnya lagi, untuk mewujudkan semua itu, pemerintah juga memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, dam dan irigasi. Sedangkan untuk tahun ini, pemerintah akan memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektare. Selain itu, juga akan memberikan bantuan benih jagung untuk ditanam di area seluas 98.000 hektare dan kedelai yang akan ditanam di lahan seluas 70.000 hektare. “Gubernur Jatim menyatakan siap menyumbang dua juta ton produksi pangan,” papar Jokowi.
Untuk itu, Jokowi juga meminta semua pihak, mulai dari Kementerian sampai petani, harus bisa bekerja sama untuk mewujudkan swasembada pangan. Hal ini harus dicapai dalam waktu tiga tahun. “Melalui pemberian bantuan itu, produktivitas harus naik, jangan sampai turun. Mari diawasi dan dilaksanakan bersama,” pinta Jokowi, dihadapan ratusan petani di lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.
Melalui peningkatan produktivitas, ia berharap Indonesia menjadi tempat produksi pangan dan negara lain bergantung pada Indonesia. [dar]

Keterangan foto : Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Ngawi, pada kunjungan kerja di Ngawi Sabtu (31/1) didampingi Mentan RI, Amran Sulaiman, mengadakan dialog dengan petani di lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. [sudarno/bhirawa]

Tags: