Presiden Minta Industri Manfaatkan Momen Pelemahan Rupiah

18-fluktuasiJakarta, Bhirawa
Presiden Joko Widodo meminta kalangan pengusaha untuk memanfaatkan momentum fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar untuk mendorong peningkatan ekspor.
“Kesempatan seperti ini, dari sisi industri didorong diberi insentif sehingga industri yang berorintasi ekspor bisa bergerak lebih cepat sehingga mengambil keuntungan dari pelemahan rupiah ini,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (16/12) pagi.
Kepala Negara mengatakan pelemahan mata uang lokal terhadap dolar Amerika Serikat tidak hanya dialami Indonesia, namun juga dialami oleh negara lainnya.
“Kita melihat negara kita dibandingkan dengan Jepang, Malaysia dan Rusia, kita pada posisi yang sangat baik,” katanya.
Presiden mengatakan meski demikian komunikasi antara pemerintah, Bank Indonesia dan juga Otoritas Jasa Keuangan terus dilakukan untuk mengelola fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Maksimalkan Kemudahan Pajak
Pemerintah akan mengoptimalkan insentif kemudahan pajak bagi kalangan industri untuk mendorong peningkatan ekspor.
“Kita intinya insentif itu tidak harus fiskal, insentif itu macam-macam, perizinan segala macam. Intinya, industri-industri yang diperkirakan bisa mendorong ekspor, memanfaatkan momentum rupiah ini yang akan didorong diberikan insentif,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro kepada wartawan usai rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (17/12) kemarin.
Salah satu insentif yang akan dioptimalkan oleh pemerintah adalah kemudahan pajak (tax allowance-red).
Menurut Menkeu, produk yang akan didorong untuk ekspor adalah produk-produk manufaktur bukan komoditas.
“Manufaktur di mana pun kalau mata uangnya mengalami depresiasi itu akan meningkat (daya saingnya, red) competitiveness nya karena jual dia akan lebih murah secara relatif, tidak masalah dia impor (sebagian bahan baku-red), kan tidak mungkin 100 persen impor, ketika menjual permintaannya meningkat,” paparnya. Dengan kebijakan yang ada, kata Bambang, pemerintah mengharapkan “tax allowance” dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong peningkatan ekspor. [ant.ira]

Keterangan Foto : Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) berbincang dengan Menkeu Bambang Brodjonegoro (tengah) dan Menko Perekonomian Sofjan Djalil (kanan) sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas bidang perekonomian di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/12).

Tags: