Prestasi SEA Games

Tim “merah-putih” kini (sementara) menempati peringkat ketiga perolehan medali SEA Games ke-31 di Vietnam. Masih jauh di bawah tuan rumah (Vietnam). Terasa tidak mudah menempati naik ke runner-up. Beberapa cabang olahraga (Cabor) perlu meningkatkan kejuangan. Terutama atletik, dan bulu tangkis. Kontingen Indonesia terakhir menjadi juara umum pada tahun 2011 (ketika menjadi tuan rumah) di Jakarta – Palembang. Terasa sudah sangat lama.

SEA Games ke-31 digelar di Hanoi, Vietnam. Berlangsung selama 11 hari, mulai 12 Mei 2022. Mundur selama 6 bulan, seharusnya diselenggarakan bulan November 2021. Diikuti oleh 5.467 atlet dari 11 negara yang tergabung dalam ASEAN. Termasuk Timor Leste. SEA Games untuk pertama kali digelar di Bangkok, Thailand, tahun 1959. Sekaligus menjadi negara paling sukses, dengan 13 kali juara umum. Disusul Indonesia (10 kali), Burma (Myanmar 2 kali), Malaysia (2 kali), Filipina (2 kali), dan Vietnam (1, tahun tahun 2003).

Tuan rumah (Vietnam) memiliki cabang olahraga yang sangat “spesifik.” Yakni, Xianggi (semacam catur China), dan Vovinam (semacam beladiri, khas Vietnam). Kedua Cabor ini menjadi “tambang” utama perolehan medali tuan rumah. Walau sebenarnya negara ASEAN lainnya juga mulai mengenal Xianggi, dan Vovinam. Antara lain, Myanmar, dan Laos. Singapura, dan Indonesia juga memiliki atlet Xianggi, dan Vovinam, tetapi belum cukup piawai.

Perolehan medali SEA Games ke-31, masih fluktuatif. Berbagai negara (Thailand, Malaysia, dan Indonesia), serta tuan rumah Vietnam, masing-masing masih berpotensi menjadi juara umum. Terdapat lebih dari 500 medali yang diperebutkan dari 40 Cabor. Hingga kini belum terdapat negara ASEAN yang meraih total separuh medali, untuk memastikan sebagai juara umum. Walau sampai hari ke-8, Vietnam sudah memperoleh 195 keping. Masih tersisa 4 hari bersaing berburu medali.

Target runner-up pada SEA Games ke-31, sesungguhnya merupakan “lompatan.” Terutama mempertimbangkan prestasi Indonesia pada SEA Games ke-29 (tahun 2017) yang masih harus menundukkan kepala. Terpuruk pada posisi ke-5. Target pada posisi kedua juga tidak mudah. Karena harus meraih setidaknya 20% medali emas, atau lebih dari 70 kali podium tertinggi. Namun dengan anggota delegasi sebanyak 499 atlet, tergolong ramping. Biasanya lebih dari seribu atlet.

Kontingen Indonesia pada SEA Games ke-31, tergolong paling sedikit dibanding even yang sama pada musim sebelumnya. Tidak semua Cabor (40) akan diikuti, melainkan hanya 31 Cabor dengan 318 nomor pertandingan pada. Ke-ramping-an kontingen bisa jadi, sesuai visi DBON (Desain Besar Olahraga Nasional). Prinsipnya, tidak mengambil seluruh Cabor. Melainkan turut pada even yang “menjanjikan” medali. Terutama Cabor yang dipertandingankan dalam Asian Games, dan Olympiade.

DBON, tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021. Di dalamnya melibatkan sekolah, dan perguruan tinggi, sebagai pusat pembinaan menghasilkan atlet nasional berkualitas. Pembinaan prfestasi olahraga dilakukan berjenjang, berdasarkan tingkat Pendidikan. Di setiap sekolah negeri (mulai SD, SLTP, dan SLTA) akan terdapat pembinaan prestasi olahraga.

Cabor yang tergolong “pasti medali,” terdiri dari kategori 1 (utama), atletik, dan renang. Serta 42 cabor kategori kedua (yang dipertandingan pada Olympiade dan Asian Games). Berdasar peraturan komite olimpiade, tuan rumah bisa mendaftarkan cabor “aneh” sebanyak 10% dari total cabor yang dipertandingakan. Semua atlet harus bekerja keras. Cabor yang lain juga sedang “tumbuh” pesat bisa menggenjot prestasi. Antaralain angkat besi.

Begitu pula pemerintah harus berupaya keras mendongkrak prestasi, terutama melalui peningkatan kesejahteraan atlet, melalui bonus.

——— 000 ———

Rate this article!
Prestasi SEA Games,5 / 5 ( 1votes )
Tags: