Prihatin,Kab.Malang Tak Miliki Gedung Kesenian

Gedung KesenianKab Malang, bhirawa
Penjabat (Pj) Bupati Malang, Hadi Prasetyo, prihatin dengan kondisi kesenian tradisional di Wilayah Kabupaten Malang yang tidak dikemas dengan baik.
”Dulu kesenian tradisional berkembang pesat,” katanya kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Malang, kemarin.
Asisten 2 Sekdaprov Jatim itu melihat, ada hal yang tidak terpikirkan pemerintah kabupaten Malang, sehingga kesenian tradisional daerah tidak berkembang.
Dikatakan, selama lima hari berkeliling Kabupaten Malang, ia tidak melihat adanya gedung kesenian. Padahal gedung kesenian, merupakan tempat untuk pergelaran segala macam kesenian.
“Di sini (Kabupaten Malang) saya tidak menemukan gedung kesenian. Berbeda dengan daerah lain, meski tidak terlalu besar,”  katanya. Akibat tidak adanya gedung, banyak kelompok kesenian tradisional seperti ludruk dan wayang orang di Kabupaten Malang, tidak bisa tampil rutin di depan umum.
Padahal, kata Hadi Prasetyo, banyak seniman tradisional namanya terkenal datang dari Kabupaten Malang. Ia menyebut, seniman lawak Srimulat, Tarzan, Nunung, Blontang, Tamin, Samingun, nama itu besar berangkat dari gedung kesenian di Malang. Karena itu, selama 6 bulan sebagai Penjabat Bupati Malang, ia ingin menyiapkan gedung untuk pertunjukan kesenian rakyat.
“Saya sudah perintahkan dinas yang mengurusi aset daerah supaya mencari gedung yang layak untuk dibuat pergelaran seni. Akan lebih baik untuk seni ludruk dan wayang orang ada di sekitar Singosari,” tuturnya.
Pertimbangan gedung kesenian di Singosari, karena selain menghidupkan kesenian tradisional juga bisa meningkatkan kunjungan wisata ke wilayah Malang Raya.
“Setelah wisatawan berlibur di Batu atau di Kota Malang, bisa mampir melihat ludruk atau wayang orang,” tandasnya.  [sup]

Tags: