Produk Unggulan Pertanian di Kabupaten Malang Belum Tersertifikasi

Salah satu produk unggulan pisang ijo asal Desa Srimulyo, Kec Dampit, Kab Malang, yang saat ini belum tersertifikasi. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Sektor pertanian yang kini manjadi unggulan dibeberapa daerah di Jawa Timur (Jatim), masih ada sebagian yang belum tersertifikasi. Sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan melakukan sertifikasi terhadap hasil pertanian maupun perkebunan yang kini menjadi unggulan dibeberapa Kabupaten/Kota di Jatim. Termasuk, di Kabupaten Malang yang mana masih ada hasil pertanian dan perkebunan belum tersertifikasi, salah satunya produk unggulan pisang ijo dari Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Demikian yang dikatakan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar, Rabu (17/3), kepada wartawan. Menurut dia, masih adanya produk unggulan pertanian dan perkebunan di Jatim belum tersertifikasi, hal ini telah disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau sentra tanaman pisang di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, pada Selasa (16/3) kemarin. Sedangkan produk unggulan desa tersebut yakni pisang ijo. “Tapi hingga kini produk unggulan pisang ijo itu masih belum tersertifikasi,” akunya.

Dan tidak hanya produk unggulan asal Kabupaten Malang saja yang belum tersertifikasi, lanjut dia, Gubernur juga mengatakan jika produk unggulan pertanian dari Kabupaten Malang Lumajang masih banyak yang diregistrasi terkait tanah, bibit, dan hasil buahnya. Dia juga mengaku, jika pisang ijo jenis baru yang diberdayakan oleh warga Desa Srimulyo, memang saat ini kesusahan untuk menembus pasar internasional, meskipun terbilang cukup mumpuni. Sehingga Pemkab Malang akan memberikan pendampingan agar nantinya hasil produksi pisang ijo dapat sertifikasi.

“Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, maka diperlukan pendampingan mulai dari proses penanaman sampai proses panen.Dengan harapan agar keberadaan pisang ijo ini mendapatkan pengakuan dan bisa diterima di pasar global,” ujar Budiar.

Dan jika sudah diterima di pasar global, tegas dia, maka targetnya pisang ijo asal Kecamatan Dampit ini harganya pasti akan lebih meningkat. Dan bila nanti, harga pisang ijo itu harganya bagus, maka petani telah memiliki pilihan dalam bertanam pertaniannya, seperti bisa memilih bertani kopi, tebu, maupun menanam pisang. Sedangkan di wilayah Kecamatan Dampit tersebut juga merupakan sentra tanaman kopi, dan bahkan kopi Dampit sudah dikenal oleh masyarakat Eropa, yang dikenal Kopi Amstirdam, yakni memiliki arti Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Dampit.

“Kopi Amstirdam berasal atau ditanam di wilayah empat kecamatan itu, termasuk kopi tersebut juga diproduksi petani Desa Srimulyo. Sehingga desa tersebut mempunyai dua produk pertanian unggulan, yaitu pisang ijo dan kopi,” terang dia.

Oleh Karena itu, Budiar menambahkan, produk unggulan yang di hasilkan dari Kabupaten Malang akan kita ajukan untuk registrasi agar bisa mendapatkan sertifikasi, yang mana nantinya produk pertanian maupun perkebaunan bisa di ekspor atau dipasarkan ke luar negeri. Dan jika nantinya, proses regristasi dan sertifikasi terealisasi, maka dirinya optimis sektor pertanian di Kabupaten malang bisa turut serta untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Proses inilah yang mungkin akan bisa memberikan nilai tambah, pasarnya semakin luas, harganya semakin bagus. Sehingga hal itu perlu adanya pendampingan kepada para petani, agar produk pertanian yang dihasilkan bisa tersertifikasi,” tandasnya. [cyn]

Tags: