Produksi Padi Aram II Alami Kenaikan 12 Juta Ton

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Pemprov, Bhirawa
Produksi padi di Jatim berdasarkan angka ramalan (Aram) II pada tahun 2014 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2013. Berdasarkan Aram II, produksi pada pada tahun 2014 diperkirakan sebesar 12,04 juta ton gabah kering giling (GKG).
Bila dibandingkan dengan produksi tahun 2013 (angka tetap/ATAP), diperkirakan terjadi kenaikan produksi sebanyak 253,36 ribu ton (2,14 persen). Kenaikan produksi padi diperkirakan terjadi karena naiknya luas panen padi 19,17 ribu hektar (0,98 persen), sementara produksinya juga mengalami kenaikan sebesar 0,71 kuintal/hektar (1,20 persen) dari 59,15 kuintal/hektar menjadi 59,86 kuintal/hektar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Sairi Hasbullah mengatakan, perkiraan kenaikan produksi pada di Jatim tahun 2014 terjadi karena peningkatan produksi padi yang cukup signifikan pada periode Januari-Agustus.
Ia menjelaskan pada subround Januari-April, produksi padi mengalami kenaikan sebesar 142,35 ribu ton (2,33 persen). Selanjutnya pada subround Mei-Agustus kembali naik sebesar 236,27 ribu ton (6,08 persen).
Sedangkan pada subround September-Desember produksi padi diperkirakan mengalami penurunan sebesar 120,25 ribu ton ( 15,88 persen). “Bila masing-masing subround dibandingkan dengan produksi padi pada subround yang sama tahun 2013 (y on y), maka peningkatan produksi pada sebesar 253,36 ribu ton,” katanya.
Realisasi produksi pada subround I 2014 dibeberapa kabupaten/kota di Jatim ada yang mengalami kenaikan dan penurunan bila dibandingkan dengan subround yang sama di tahun sebelumnya. Kabupaten yang mengalami kenaikan produksi padi yang besar diantaranya Kabupaten Lamongan naik 87, 99 ribu ton GKG, sedangkan kabupaten yang mengalami penurunan adalah Probolinggo turun 20,07 ribu ton GKG (-10,06 persen).
Selanjutnya beberapa kabupaten/kotab di Jatim yang mengalami kenaikan pada subround II 2014 bila dibandingkan dengan subround yang sama di tahun sebelumnya. Kabupaten yang mengalami kenaikan produksi padi yang besar diantaranya Kabupaten Banyuwangi naik 53, 64ribu ton GKG, sedangkan kabupaten yang mengalami penurunan adalah Kediri turun 5,22  ribu ton GKG (-5,20 persen).
Dari pertemuan singkronisasi data BPS dengan Dinas Pertanian se Jatim diketahui kalau kenaikan produksi padi pada subround I dan subround II 2014 dibandingkan dengan subround I dan subround II 2013, karena adanya surah hujan yang tinggi pada akhir tahun 2013 dan awal 2014. Sehingga petani cenderung tanam padi. “Artinya adanya pergeseran tanam dari palawija pindah ke tanaman padi,” katanya.
Bahkan, menurutnya, Dinas Pertanian juga sudah menganditipasi adanya serangan hama serta ada kegiatan pendukung lainnya dalam upaya peningkatan produksi pada. “Hal ini cukup bagus di Jatim,” ujarnya. [rac]

Tags: