Program KOTAKU Rubah Kawasan Kumuh Jadi Bersih Dan Tertata

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat meresmikan Program KOTAKU di Dusun Wonoayu, Desa Dukuh Mojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Senin (26/10) lalu.

Jombang, Bhirawa
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Dusun Wonoayu, Desa Dukuh Mojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang telah merubah kawasan kumuh di desa tersebut yakni tempat pembuangan sampah menjadi taman bermain yang indah dan rapi, sehingga terlihat bersih, rapi dan tertata. Program ini telah diserahterimakan pada Senin (26/10) yang lalu oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab bersama Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Hj Sadarestuwati Sp. M.MA

Serah terima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) berupa Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kabupaten Jombang berupa drainase lingkungan RT 19 di Dusun Wonoayu, jalan paving, jalan aspal serta ruang terbuka hijau atau taman di Dusun Wonoayu, Desa Dukuh Mojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mempercepat penanganan pemukiman kumuh di perkotaan dan mendukung ‘Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Program KOTAKU dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota/kabupaten, masyarakat dan stakeholder lainnya dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota sebagai pelaku utama (nahkoda).

Tujuan umum program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru dalam rangka mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab dalam sambutannya saat serah terima program ini menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras melaksanakan BPM 2020 ini dengan baik. Khususnya kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah 1 Jawa Timur, Dinas Perumahan Dan Permukiman Kabupaten Jombang, Pendamping dan Konsultan Program KOTAKU Kabupaten Jombang, pemerintah desa, BKM, KSM dan semua warga masyarakat dengan perannya masing-masing.

Bupati juga menyinggung potensi yang cukup besar dari Dusun Wonoayu ini yakni berupa Pohon Sawo.

“Saya melihat kampung ini mempunyai potensi yang cukup besar. Saya tadi melihat banyaknya Pohon Sawo yang ada. Ini kalau di kelola dengan baik saya yakin Sawo asal Dusun Wonoayu ini nanti bisa ‘go internasional’. Tahun depan saya berharap ada pembagian bibit Sawo gratis bagi Dusun Wonoayu,” tutur Bupati Jombang.

Terkait program KOTAKU ini, Bupati Mundjidah Wahab berharap, ke depan, Kabupaten Jombang mendapatkan lagi Program KOTAKU ini.

“Saya berharap tahun depan Kabupaten Jombang kembali mendapat Program KOTAKU, semoga anggota Komisi V DPR RI Bu Estu bisa memperjuangkan untuk desa desa lainnya,” lanjut Bupati Mundjidah Wahab.

Salah satu spot/titik dari Program KOTAKU di Dusun Wonoayu, Desa Dukuh Mojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (05/11).

Diakhir sambutannya Bupati Mundjidah Wahab berpesan agar hasil dari progam pembangunan ini benar-benar dirawat dengan baik dengan penuh rasa tanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat. Khususnya melalui Kelompok Pemanfaat Dan Pemelihara (KPP).

Anggota komisi V DPR RI, Sadarestuwati dalam sambutannya mengatakan bahwa, Program KOTAKU dinilai telah berjalan dengan baik dan nantinya bisa dirawat dengan maksimal.

“Uang yang digunakan ini adalah uang pajak dari rakyat, jadi masyarakat harus bisa menjaga bangunan yang dibangun dari uang rakyat tersebut. Nah pemahaman inilah yang harus dipahami bersama agar rasa memiliki ada dihati setiap masyarakat,” tutur Sadarestuwati.

Sementara itu, Ketua KSM 2 Dusun Wonoayu, Desa Dukuh Mojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Muhammad Iman Jupri mengungkapkan, setelah ada Program KOTAKU, lingkungan menjadi lebih rapi dan tertata.

“Untuk saluran drainase dan pengaspalan ini sungguh sangat membantu. Ini asalnya kemarin tempat pembuangan sampah, sekarang disterilisasi menjadi taman. Insya Alloh ke depan ini ada penataan lagi dari desa untuk penanaman Pohon Sawo, bersinergi dengan masyarakat,” ungkap Muhammad Iman Jufri, Kamis (05/11).

Kepala Dusun Wonoayu, Imam Qudri menuturkan, dirinya selaku pemangku wilayah di dusun setempat maupun mewakili warga Dusun Wonoayu, manfaat adanya Program KOTAKU di dusunnya sangat besar, terutama merubah wajah lingkungannya.

“Artinya yang dulunya itu tempat pembuangan sampah, sekarang menjadi taman. Termasuk saluran air, pembuangan air lebih lancar,” tutur Imam Qudri.

Dia menambahkan, dengan adanya Program KOTAKU di dusunnya ini, dirinya selaku Kepala Dusun Wonoayu sekaligus mewakili warga Dusun Wonoayu mengucapkan terima kasih pemerintah yang telah memberikan bantuan Program KOTAKU itu.(rif/adv)

Tags: