Program Subsidi Angkut Sukses Tekan Inflasi di Jatim

bulog-dimudahkan-utang-bank-untuk-pasok-beras-bersubsidiPemprov, Bhirawa
Program andalan Pemprov Jatim yang selalu diluncurkan saat-saat masa krisis harga bahan pokok, diakui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian telah sukses menekan inflasi di Jatim. Oleh karena itu, kementerian yang dikomandani Hatta Rajasa ini ingin melihat langsung dan mengecek apa saja yang telah dilakukan pemprov untuk menekan inflasi tersebut.
“Inflasi di Jatim termasuk yang sangat rendah dan di bawah rata-rata nasional yaitu di bawah 7,5 persen. Saya kira ini prestasi sendiri bagi Jatim, karena telah ikut membantu menekan inflasi nasional,” tutur Asisten Deputi Ekonomi dan Keuangan Daerah Kemenko Perekonomian Sartono usai acara pertemuan tertutup terkait TPID (Tim Pengendali Informasi Daerah) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (15/4).
Menurut dia, 77 persen inflasi nasional itu disumbang inflasi daerah. Jika inflasi Jatim rendah, itu artinya Jatim hanya menyumbang sedikit inflasi nasional. Untuk itu, Kemenko Perekonomian selalu konsen terhadap jumlah inflasi yang ada di daerah-daerah. Jika inflasi di daerah terkendali, inflasi nasional juga akan terkendali.
Salah satu upaya yang telah terbukti mampu menekan inflasi di Jatim, lanjut Sartono, adalah program subsidi angkut untuk bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng dan terigu. “Program ini cukup menonjol dan efektif sebagai upaya untuk menekan inflasi,” katanya.
Selain itu, katanya, koordinasi yang dilakukan di Pemprov Jatim mulai dari SKPD-SKPD dan lembaga lainnya berjalan sangat bagus. Sebab kunci keberhasilan dari TPID dapat dilihat dari koordinasinya. Kalau koordinasinya bagus, maka inflasinya juga akan dapat ditekan.
“Kesigapan Pak Gubernur (Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum) dalam menangani masalah di Jatim selama ini seperti banjir dan erupsi Gunung Kelud juga mampu menekan inflasi. Perkiraan triwulan pertama di Jatim inflasinya sangat rendah, yakni di bawah 7,5 persen,” ungkapnya.
Sementara, Gubernur Soekarwo mengatakan, diluncurkannya program subsidi angkut itu untuk memangkas spekulan yang akan menikmati kenaikan harga karena cari untungnya saja. Oleh karena itu, diperlukan program khusus untuk menangkalnya yaitu dengan program subsidi angkut.
“Pada dasarnya, harga yang kritis itu jangan sampai dinikmati para spekulan. Jika harga tinggi, biasanya rasa kemanusiaan yang adil dan beradap itu sudah tidak ada lagi. Makanya saat Ramadan, hari raya, natal dan tahun baru program ini diluncurkan karena masa-masa itu harga berbagai kebutuhan khususnya sembako akan merangkak naik,” tuturnya.
Menurut Pakde Karwo, sapaan lekatnya, program ini setiap tahun selalu diluncurkan sejak awal kepemimpinannya. Manfaat program ini secara tidak langsung mampu menekan komoditas lainnya supaya tidak ikut merangkak naik. “Selama ini subsidi angkutnya hanya beras, minyak goreng, gula dan  terigu. Tapi efeknya sangat luar biasa,” pungkasnya. [iib]

Tags: