Proyek Rp 40 Miliar Rusak, Penegak Hukum Diminta Mengusut

Foto: ilustrasi tangkis laut.

Foto: ilustrasi tangkis laut.

Pamekasan, Bhirawa
Aparat penegak hukum diminta turun tangan untuk mengusut hingga tuntas proyek pembangunan tangkis laut senilai Rp 40 miliar di pantai utara Pamekasan yang kini telah rusak. Desakan itu disuarakan oleh DPRD Pamekasan.
“Proyek itu perlu diusut apalagi nilai untuk membangunnya tidak sedikit, dan sangat dibutuhkan masyarakat.  Ironisnya tidak sampai berumur setahun tapi  telah rusak,” kata  Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur M Suli Faris, Minggu (18/1).
Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan ini juga mengaku tidak yakin jika kerusakan proyek yang bersumber dari dana direktif Presiden RI pada  2013, itu rusak akibat besi pengait beton ada yang mencuri.
“Karena yang menginginkan adanya proyek pembangunan tangkis laut itu adalah warga yang ada di sana, karena rumahnya sering diterjang ombak besar dan angin kencang. Bagaimana bisa mereka merusak fasilitas yang dibangun untuk mereka sendiri,” ucap anggota DPRD yang juga dari wilayah utara Pamekasan ini.
Ia juga tidak yakin pelaku pencurian warga dari daerah lain, karena diyakini masyarakat akan menjaganya, dan tidak akan membiarkan adanya upaya pengrusakan lingkungan khususnya di pesisir pantai yang ada di sana. “Makanya, jika aparat penegak hukum turun tangan, entah Kejari, Kejati atau Kejagung, akan ketahuan nantinya penyebab rusaknya proyek tangkis laut itu apa,” tukas Suli Faris.
Tangkis laut atau tanggul penahan ombak di Pesisir Pantai Desa Tolonto Rajah, Kecamatan Pasean, dan Pesisir Pantai Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar ini diketahui rusak oleh Pemkab Pamekasan dalam sepekan terakhir ini atas laporan camat di dua kecamatan itu.
Bupati Pamekasan  Achmad Syafii menyatakan, rusaknya tangkis laut yang belum genap satu tahun itu, karena besi pengait beton ada yang mencuri, dan diduga oknum warga setempat. Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pamekasan Totok Suhartono mengatakan, proyek pembangunan tangkis laut di pantai utara Pamekasan ini ditaksir kuat  bertahan hingga 10 tahun, namun, faktanya belum satu tahun sudah rusak.
Belum lama ini, pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp 700 miliar untuk empat kabupaten di Pulau Garam  untuk percepatan pembangunan pasca operasional Jembatan Suramadu.
Dari jumlah itu sebesar Rp 198 miliar, di antaranya untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pamekasan, salah satunya untuk membangunan tangkis laut atau tanggul penahan ombak di Pesisir Pantai Desa Tolonto Rajah, Kecamatan Pasean dan Pantai Blaban, Desa Batumarmar, Pamekasan.
Peruntukan lainnya, untuk pembangunan embung, penahan banjir di Sungai Kalisemajid dan Kalijombang yang belakangan diketahui bermasalah. Sebab selain tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan, juga  pengerjaan proyek tidak tepat waktu. [din]

Tags: