PSBB di Sidoarjo Berlaku Total Seluruh Kecamatan

Wakil Bupati dengan seluruh jajaran terkait saat pembahasan penerapan PSBB Sidoarjo. []achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Pemkab Sidoarjo telah memutuskan kalau seluruh kecamatan yang ada akan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pelaksanaannya akan dimulai Selasa besok tanggal 28 April 2020 sampai 14 hari kedepan.
Keputusan tersebut telah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sidoarjo tentang Pedoman Pelaksanaan PSBB dalam penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo dan telah disetujui Gubernur Jawa Timur.
Wakil Bupati Sidoarjo—Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo akan diberlakukan PSBB. Bukan lagi 14 kecamatan yang diperkirakan semula, tapi total seluruh 18 kecamatan yang ada. Agar target penerapan PSBB berhasil dengan baik.
Dalam penerapannya besok akan diberlakukan jam malam. Aktivitas kegiatan masyarakat dibatasi mulai pukul 21.00 sampai 04.00 WIB.
Jadi, saat pemberlakuan jam malam masyarakat dilarang keluar rumah. Namun masyarakat masih diperbolehkan keluar rumah apabila ada kepentingan yang benar-benar genting.
Semisal kepentingan dengan masalah kesehatan. Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi administratif berupa peringatan maupun teguran tertulis sampai pencabutan ijin bagi yang nekat membuka usaha tetapi tidak yang dikecualikan.
“Pemberlakuan jam malam, antara pukul 21.00 sampai jam 4.00 wib. Jadi antara pukul 21.00 itu sampai pukul 4.00 wib itu sudah tidak boleh ada kegiatan apapun, kalau ada masyarakat yang keluar pasti ada kreteria tertentu yang diperbolehkan,” tegas Nur Ahmad Syaifuddin, pada (25/4).
Ia sampaikan dalam Perbup Pedoman Pelaksanaan PSBB tersebut terdapat memuat pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Selama pemberlakuan PSBB dilakukan penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah.
Namun ada pengecualian bagi pelaksanaan shalat rawatif berjamaah. Masyarakat dapat shalat rawatif berjamaah asalkan dilakukan hanya dengan warga sekitar masjid atau musalla dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Untuk pelaksanaan ibadah Jumat dan sholat taraweh ini ditiadakan untuk sementara, jadi sholat tarweh dirumah tetapi khusus sholat rawatif itu tetap diperboleh dengan jamaah masyarakat yang ada disekitar musholla atau masjid,” ungkapnya.
Selain itu, pembatasan angkutan orang dilakukan selama pelaksanaan PSBB. Perbup tersebut mengatur batasan penumpang seperti pelarangan pengemudi online untuk mengangkut penumpang.
Pengemudi online hanya diperbolekan beroperasi dengan layanan antar barang. Sedangkan kendaraan pribadi semisal motor masih diperbolehkan berboncengan asalkan dengan keluarga serumah. Bagi yang melanggar akan dikenakan sangsi administratif.
“Sosialisasi Perbup kepada masyarakat akan dilakukan mulai tanggal 25-27 April dan tanggal 28 April langsung penerapan PSBB untuk Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya. [ach]

Tags: