PSBB Terlalu Lama, Harus Siap Jalani New Normal

Kusnadi

Surabaya, Bhirawa
Kebijakan pemerintah pusat yang akan menerapkan new normal life (Kehidupan normal baru) mendapat dukungan kuat di Jawa Timur. Hal itu karena masyarakat dinilai sudah terlalu lama tinggal di rumah dengan berbagai pembatasan yang sudah diterapkan.
Ketua DPRD Jatim Kusnadi menuturkan, pihaknya akan mengikuti kebijakan yang baru ditetapkan oleh Presiden. Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat akan tetap dituntut untum disiplin terhadap protokol Covid-19 tanpa harus membatasi kegiatan di luar khususnya dalam aktifitas perekonomian. Di sisi lain, Kusnadi juga mengakui bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah terlalu lama. Bahkan sebelum PSBB, masyarakat sudah diminta bertahan di rumah selama tiga bulan.
“Terlalu lama, siapa yang tahan juga di rumah terus. Secara psikologis tidak ada manusia yang mampu bertahan tanpa aktifitas selama tiga bulan di rumah terus. Maka ini saatnya disiplin untuk memakai protokol covid dengan menggunakan masker, social distancing dan sering cuci tangan,” tutur Kusnadi saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Kamis (28/5). Konsep besar new normal ini, lanjut dia, silahkan masyarakat lakukan kegiatan sehari-hari untuk mencari rezeki dan sebagainya dengan tetap disiplin mematuhi protokol Covid-19.
Sehingga, kebiasaan-kebiasaan lama di masyarakat untuk sementara ini menyesuaikan dengan pola hidup yang baru.
“Saya sebagai ketua DPRD Jatim mendukung dan memandang ini memang harus dilakukan. Saya pikir kita semua harus siap,” tegas Kusnadi.
Kusnadi mengakui, sejauh pelaksanaan PSBB khususnya di Surabaya Raya, hasilnya belum seperti yang diharapkan. Bahkan 50 persen lebih kasus Covid-19 di Jatim berada di Surabaya dan itu tidak menurun. Apa sebabnya? Banyak faktor.
“Mungkin dari saya sendiri dalam hal ini pemerintah untuk menerapkan aturan-aturan itu tidak fokus. Kemudian subyek penerima aturan, yaitu masyarakat kurang kesadaran atau kurang bisa memahami. Atau ada faktor-faktor lain sehingga hasilnya belum seperti yang diharapkan,” tutur Kusnadi.
Dikatakan Kusnadi, penyebaran Covid-19 ini dilakukan oleh manusia. Maka bisa jadi kesadaran masyarakat yang masih kurang ketika penularan ini terjadi cukup tinggi.
“Ada indikator tertentu, sesuatu bisa berhasil atau tidak tergantung banyak aspek. Sudah tiga kali Surabaya diterapkan PSBB, tapi hasilnya belum seperti yang diharapkan,” kata dia.
Sehingga, dalam pelaksanaan new normal bagaimana pemerintah dituntut dalam menerapkan aturan secara masif, terarah dan terencana agar masyarakat mengikuti anjuran yang telah diterapkan pemerintah.
“Cuma itu saya pikir untuk menyelesaikan masalah ini,” tutur dia. [tam]

Tags: