PT Budidaya Tambak Sletreng Kabupaten Situbondo Ikuti Instruksi PSDKP Benoa

Slamet, tim audit PT Budidaya Sletreng Situbondo saat berkonsultasi dengan Kasi Pengawasan Usaha dan Hasil Perikanan Dinas Perikanan Situbondo, RBH Fathorrahman Jumat (26/3). [sawawi/bhirawa]

Terkait Kesanggupan Untuk Melengkapi Dokumen Perijinan
Situbondo, Bhirawa
PT Budidaya, salah satu pembudidaya tambak udang vannamei yang terletak di Desa Sletreng Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo memiliki komitmen tinggi atas kunjungan Pengawas Perikanan Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Benoa, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI akhir pekan kemarin. Tim ini terdiri dari tiga personil yakni Ilman Hadiwiyatno dan Sri Latifah. Keduanya menjabat sebagai Pengawas Perikanan. Satu personil sisanya bernama Ndaru Pradityo Nugroho berstatus sebagai staf Pangkalan PSDKP Benoa.

Perwakilan tim audit PT Budidaya Slamet mengatakan, budidaya tambak udang vannamei tempat ia bekerja rutin dikunjungi Pengawas Perikanan setiap tahun sekali. Para petugas tersebut membawa surat tugas yang ditandatangani Tangguh Toranaga sebagai Koordinator Satwas PSDKP Banyuwangi dengan atas nama Kepala Pangkalan PSDKP Benoa pada 22 Maret 2021 lalu. Dalam surat itu, sebut Slamet, PT Budidaya diminta untuk melengkapi beberapa dokumen perijinan. “Kami memahami dan sangat siap untuk mematuhi instruksi Pengawas Perikanan PSDKP Benoa tersebut,” jelas Slamet.

Masih kata Slamet, dalam kunjungan Pengawas Perikanan PSDKP Benoa tersebut disana juga mencantumkan dua tugas utama. Diantaranya, sebut Slamet, melaksanakan pengawasan kegiatan usaha pembudidayaan ikan di Kabupaten Situbondo, tertanggal 24 Maret 2021. Lalu tugas kedua, jelas Slamet lagi, menyampaikan laporan (kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan) kepada Kepala Pangkalan, paling lambat tiga hari setelah melaksanakan kegiatan tersebut. “Disana juga disebutkan biaya yang timbul terkait pelaksanaan tugas dibebankan kepada DIPA Pangkalan Pengawasan SDKP Benoa tahuan anggaran 2021,” beber Slamet.

Menyikapi hasil kunjungan Pengawas Perikanan yang ditugasi PSDKP Benoa itu, terang Slamet, PT Budidaya Situbondo berkomitmen untuk secepatnya memenuhi kelengkapan dokumen perijinan tambak ikan yang belum lengkap. Bahkan, aku dia, setahu dirinya semua dokumen sudah lengkap dan hanya menyisakan tambahan satu item persetujuan dari DLH Kabupaten Situbondo. “Itu sudah lengkap karena sudah ditandatangani oleh PLH Kepala DLH Kabupaten Situbondo pada 2020 lalu. Saat itu Kepala DLH Kabupaten Situbondo (Kholil) masih mengikuti diklatpim II,” aku Slamet.

Disisi lain, Kasi Pengawasan Usaha dan Hasil Perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, RBH Fathorrahman, menimpali upaya dan konsistensi PT Budidaya Sletreng sebagai salah satu pembudidaya tambak udang vannamei di Situbondo patut untuk didukung. Itu karena, sebut pria yang juga menjabat Kasi Pengolahan Hasil Perikanan dan Kasi Pengendalian Sumberdaya Perairan itu, PT Budidaya sudah banyak berkontribusi besar bagi pembangunan di Kota Santri Situbondo. “PT Budidaya ini sudah mengantongi kelengkapan hasil pemeriksaan. Maka hanya perlu tambahan satu item tulisan persetujuan dari DLH kabupaten Situbondo. Insya Allah hari ini Senin (29/3) sudah dilengkapi,” pungkas RBH Fathorrahman. [awi]

Tags: