PT KAI Tambah Jadwal Kereta Malioboro Ekspres

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 8 menambah jadwal perjalanan KA Malioboro Ekspres dari satu perjalanan menjadi dua perjalanan per hari karena besarnya minat masyarakat bepergian menggunakan armada itu.
“Penambahan jadwal perjalanan yang dilaksanakan tanggal 23 Januari 2015 ditujukan kepada pengguna jasa kereta api dari Malang tujuan Solo, Yogyakarta dan sebaliknya,” kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Sumarsono, di Surabaya, Rabu (21/1).
Menurut dia, perjalanan KA Malioboro Ekspres memiliki rangkaian tiga kereta kelas eksekutif dan empat kereta kelas ekonomi AC. Kemudian, satu kereta pembangkit dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 470 kursi. “Ratusan kursi itu terdiri atas 150 kursi kelas eksekutif dan 320 kursi kelas ekonomi,” ujarnya.
Mengenai tarif, kata dia, yang dipakai untuk KA adalah tarif komersial dengan menerapkan sistem tarif batas atas dan tarif batas bawah (TBA/TBB). Namun, selama satu bulan pertama sejak peluncurannya PT KAI memberikan harga promo.
“Pengguna KA Malioboro Ekspres cukup membeli tiket sebesar Rp200.000 untuk KA kelas eksekutif. Lalu, Rp125.000 untuk kelas ekonomi dengan keberangkatan tanggal 23 Januari hingga 22 Februari 2015,” katanya.
Ia mengemukakan penambahan jadwal perjalanan KA Malioboro Ekspres ini merupakan tambahan fasilitas dari PT KAI kepada masyarakat yang hendak bepergian dari Malang ke Yogyakarta pada malam hari. Selain itu penumpang dari Yogyakarta yang ingin ke Malang pada pagi hari. “Kalau sebelumnya, kereta api dari Malang tujuan Yogyakarta hanya tersedia pada pagi hari,” katanya.
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan KA Malioboro Ekspres, lanjut dia, dapat memesan tiket di semua jaringan resmi pemesanan/pembelian tiket kereta api 90 hari sebelum keberangkatan. Di sisi lain, PT KAI juga masih menerapkan aturan kapasitas 100 persen penumpang di KA ini.
“Dengan begitu, setiap penumpang akan mendapatkan tempat duduk. Bahkan, peraturan larangan merokok dan bebas pedagang asongan juga akan diterapkan di kereta api itu sehingga penumpang merasa nyaman dalam perjalanannya,” katanya. [wil,ant]

Tags: