PT Pertamina Gas Mulai Salurkan Gas ke PLTU Grati

Direktur PT Pertamina Gas Hendra Jaya dan Kepala Dinas ESDM Sidoarjo saat mengelas pipa gas secara simbolis di Desa Plinggisan, Senin (19/1).

Direktur PT Pertamina Gas Hendra Jaya dan Kepala Dinas ESDM Sidoarjo saat mengelas pipa gas secara simbolis di Desa Plinggisan, Senin (19/1).

Pasuruan, Bhirawa
PT Pertamina Gas mulai membangun infrastruktur berupa proyek pembangunan pipa transmisi gas  Porong-PLTU Grati. Pembangunan pipa berukuran 18 inchi yang dimulai di titik breaking ground di Desa Pelinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan itu untuk menyalurkan kebutuhan gas pembangkit listrik milik Indonesia Power (IP) di Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Grati.
“Diharapkan proyek sepanjang 57 kilometer dengan ukuran pipa 18 inchi selesai pada kwartal ketiga tahun ini. Sedangkan tahap awal digunakan untuk memenuhi  kebutuhan PLTU Grati yang akan digunakan untuk menggerakkan pembangkit yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM),” ujar Direktur PT Pertamina Gas  Hendra Jaya usai mengelas pipa gas di ground breaking secara simbolis di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (19/1).
Menurut Hendra, dengan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan kemampuan PLTU Grati  terintegritas dengan sistem listrik se-Jawa-Bali dan akan berkembang pesat. Kapasitas gas dengan ukuran pipa 18 inchi akan disalurkan sebanyak 175 juta kaki kubik per hari. Sementara itu, kebutuhan PLTU Grati sebanyak 70 juta kaki kubik per hari, namun yang disalurkan pada tahap awal sebanyak 25 juta kaki kubik.
“Tujuannya agar kebutuhan listrik dapat terpenuhi dan perekonomian dapat tumbuh pesat. Dari kapasitas total 175 juta kaki kubik, ke depan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik di Sidoarjo dan Pasuruan,” jelas Hendra Jaya.
Hendra menjelaskan PT Pertamina Gas mendapatkan pasokan dari sejumlah lahan eksplorasi di antaranya Pagerungan, Kangean, PT Santos di Madura serta WHE PMO Pertamina Madura.
Adapun lahan yang digunakan untuk pemasangan pipa itu, sebagian besar lahan jalan kabupaten dan lahan milik jalan tol. Untuk lahan warga hanya sebagian kecil saja, terutama persawahan di Kabupaten Pasuruan. PT Pertamina Gas juga meminta maaf jika pemasangan pipa ini mengganggu masyarakat.
“Akan menimbulkan dampak sosial pada pemasangan pipa ini, makanya kami minta maaf jika mengganggu. Petugas kami di lapangan tentu akan bekerja dengan sebaik-baiknya agar dampak itu bisa diminimalisir,” tambah Hendra Jaya.
Pemasangan pipa menggunakan standar keamanan yang sudah ditetapkan pemerintah. Pembangunan pipa transmisinya akan dilakukan PT Pertamina Gas bersama Konsorsium Kersi-MGP.
“Pipa itu akan ditanam di kedalaman dua meter dengan teknik khusus. Tentu semuanya akan diuji sehingga akan ada jaminan keamanannya,” kata Kepala Proyek Pemasangan Pipa Transmisi Pertamina Gas Joko Ardiyanto. [hil]

Tags: