PT Petrokimia Gresik Komitmen Jaga Produktifitas Tebu Melalui Program Agro Solution

Sosialisasi dan Penandatanganan MoU Agro Solution antara Petrokimia Gresik dengan Pabrik Gula GempolKrep
PG Jaga Produktifitas Tebu Melalui Program Agro Solution Siapkan Pupuk dan Pestisida

Gresik, Bhirawa.
PT Petrokimia Gresik, solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menggelar sosialisasi dan penandatanganan Memmorandum of Understanding (MoU). Program agro solution bersama pabrik gula (PG) Gempolkrep di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kab. Mojokerto.

Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan. Bahwa produktivitas tebu di Jawa Timur (Jatim) tertinggi di Indonesia, dalam program agro solution yang diinisasi pupuk indonesia. Petrokimia Gresik, memberikan porsi besar untuk petani tebu di Jatim.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi tebu nasional tahun 2020 mencapai, 2.130.700 ton. Produksi tertinggi berasal dari Jatim, yaitu mencapai 979.000 ton. Produktivitas tersebut dihasilkan dari perkebunan tebu seluas 420.700 ha. Sedangkan,di Jatim sendiri luas pertanaman tebu mencapai 182.400 ha.

“Tapi selama ini, masih terdapat banyak kendala yang dialami petani tebu sehingga produktivitasnya cenderung menurun. Padahal tanaman tebu, merupakan salah satu kebutuhan pokok yang mempunyai peranan penting dan strategis. Di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan produksi komoditi perkebunan harus tetap berjalan agar dapat menyediakan kebutuhan pokok sebagai kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun kendala yang dialami petani tebu, diantaranya produktivitas rendah. Terbatasnya pendampingan kepada petani, ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas, harga pupuk non subsidi yang mahal, sulitnya akses ke lembaga keuangan, dan harga jual hasil panen yang cenderung turun saat panen, serta belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen.

“Agro solution dapat menjadi jawaban, untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tebu guna menjaga kedaulatan pangan.

Petrokimia Gresik, bekerjasama dengan seluruh stakeholder  industri gula. Memberikan pendampingan intensif kepada petani, jaminan pasokan, mutu dan harga sarana produksi (pupuk dan pestisida) serta memfasilitasi pemasaran hasil panen,”tandasnya.

Ditambahkan Dwi Satriyo, bahwa tujuan agro solution adalah meningkatkan produktivitas panen dan pendapatan petani. Jaminan penyediaan pupuk non-subsidi, kepada petani binaan PG Gempolkrep. Juga memberikan kawalan dan analisa uji tanah, yang dilakukan oleh petugas Mobil Uji Tanah. Sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan, sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. [kim]

Tags: