PT SMI Siapkan Strategi Pertahankan Market Share

photoGresik, Bhirawa
Perusahaan semen terbesar di Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus memantapkan diri untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Berbagai langkah dan strategi terpadu untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan diterapkan.
”Dengan sejumlah strategi yang telah dan akan dijalankan, kami ingin memastikan percepatan pertumbuhan bisnis keberlanjutan. Perseroan optimistis tetap tampil sebagai market leader di industri semen nasional, bahkan mengembangkan pasar di luar negeri,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto dalam rilisnya, Jumat (9/5).
Pasar semen ke depan akan terus bertumbuh, dengan asumsi pertumbuhan 6% per tahun. Konsumsi semen pada 2017 diprediksi akan menembus 73,55 juta ton, dibanding posisi 2013 dikisaran 58 juta ton. ”Jika tak ada penambahan kapasitas, dikhawatirkan terjadi shortage semen pada masa mendatang yang akan menghambat pembangunan nasional. Dengan prospek seperti itu, industri semen menempati posisi strategis dan Perseroan mengantisipasi peluang ini dengan menerapkan perpaduan strategi mulai dari hulu sampai hilir.
Salah satu strategi utama yang dilakukan perseroan yakni, peningkatan kapasitas dengan penambahan kapasitas atau upgrading pada pabrik-pabrik yang telah beroperasi (existing plant). Dan pembangunan pabrik baru kini Perseroan tengah membangun pabrik baru di Jatim dan Sumatera Barat yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton. Strategi lainnya, dilakukan dengan mengakuisisi perusahaan semen maupun menjajaki potensi kemitraan melalui pembentukan perusahaan patungan atau joint venture.
Dengan perpaduan strategi itu, Perseroan menargetkan kapasitas produksi mencapai 40,8 juta ton pada 2017. Perseroan juga menggelorakan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi, termasuk pengamanan kebutuhan energi dengan melakukan kontrak jangka panjang batubara dan pengelolaan lahan tambang batubara secara mandiri melalui anak Perusahaan PT SGG Energi Prima.
Dwi juga menjelaskan, nanti di setiap pabrik baru akan dilengkapi dengan power plant, sehingga bisa efisien dan dapat menekan biaya energi. Misalnya, di Pabrik Tonasa V di Sulawesi Selatan yang dilengkapi dengan power plant 2 kali 35 MW, pembangkit listrik terbesar yang pernah dibangun terintegrasi dengan industri semen. Perseroan, juga menyelaraskan penerapan strategi pengembangan jangka panjang ke dalam kegiatan jangka pendek melalui empat fokus pengelolan strategi.
Posisi perseroan saat ini, memimpin penguasaan pasar atau market share semen nasional sebesar 43,8% dengan mencatat penjualan sebesar 6,2 juta ton, meningkat 3,5% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,9 juta ton. Dan pendapatan sebesar Rp6,2 triliun, meningkat 11,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,5 triliun. Laba bersih sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 5,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun.
Sepanjang kuartal I tahun 2014, tercatat penjualan sebesar 6,2 juta ton, meningkat 3,5% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,9 juta ton. Pendapatan tercatat sebesar Rp6,17 triliun, meningkat 11,43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,54 triliun dan laba bersih tercatat sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 5,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,23 triliun. [kim]

Keterangan Foto : PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto.

Tags: