PT Unilever Ngaku dapat Izin, Taman Bungkul Merugi Rp1M

2-poto unileverPemkot Surabaya,Bhirawa
Disebut kegiatan Walls Day yang mengakibatkan rusaknya area Taman Bungkul, dibantah pihak PT Unilever. Perusahaan multinasional itu  mengaku bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan mendapatkan izin sebelumnya dari pihak-pihak yang terkait.  Sementara Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini memperkirakan kerugian kerusakan Taman bungkul mencapai Rp1 miliar.
Dion Aji Setiawan area sales manajer ice cream PT Unilever Jatim  dikonfirmasi media mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan mendapatkan izin sebelum menggelar kegiatan bagi-bagi ice cream.
“Sebelumnya kami telah mendapatkan izin dari Polsek Wonokromo, Polrestabes Surabaya, BLH dan Dishub kota Surabaya,”tandas Dion, (12/5).
Namun demikian, kepada sejumlah wartawan Dion Aji Setiawan dengan santun mengatakan bahwa pihaknya akan segera menghadap Wali kota Surabaya untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Pihak Unilever juga akan menyampaikan kesanggupannya untuk memperbaiki kerusakan di sejumlah area taman kota sekitar Taman Bungkul yang diakuinya sebagai akibat kegiatannya.
“Sekali lagi kami katakan bahwa dalam waktu dekat kami akan sowan ke ibu Wali kota untuk meminta maaf, karena kami mengaku bertanggung jawab untuk memperbaikai kondisi taman kota yang telah rusak akibat acara Walls Day kemaren dan kami juga akan menjadikan kejadian kemaren sebagai pembelajaran buat kami di masa mendatang,” terang Dion Aji Setiawan area sales manajer ice cream PT Unilever Jatim.
Ditanya soal bagaimana bisa terjadi ledakan pengunjung di acara Wall Day yang diselenggarakan di taman Bungkul saat Cara Free day sehingga mengakibatkan rusaknya tanaman di sejumlah area taman kota Surabaya, Dion menjelaskan bahwa keberadaan pengunjung yang hadir diluar perkiraannya.
“Sebelumnya kami hanya memperkiran 10 ribu pengnjung, tapi diluar dugaan, yang hadir mencapai sekitar 70 ribuan, jadi ini benar-benar di luar perkiraan kami,” jelasnya.
Sementara itu dipastikan Pemkot Surabaya harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memperbaiki tanaman yang rusak akibat bagi-bagi ice cream gratis. Pasalnya, tanaman hijau yang sudah dirawat tahunan itu rusak sepanjang satu kilometer.
Wali kota Surabaya Tri Rismaharini sendiri sejak, Senin (12/5) pagi  turun memperbaiki tanaman di median sepanjang Jalan Raya Darmo, depan Taman Bungkul.
Risma memimpin langsung perbaikan median taman di sekitar kawasan Taman Bungkul sejak pukul 05.30 WIB. Sekitar 100 personil dibantu alat berat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (DKP) turut diterjunkan untuk memperbaiki tanaman yang sudah rusak parah.
Penataan median taman disekitar yang menjadi kawasan Green Zone itu sedang menjadi fokus utama Pemkot Surabaya. Risma yang mengenakan stelan baju putih lengan panjang dan celana panjang hitam, dengan sarung tangan karet tak sungkan ikut bahu-membahu dengan personil DKP.
Risma memprediksi biaya perbaikan tersebut mencapai Rp 1 miliar. Jumlah itu dihitung dari kerusakan tanaman di median sepanjang satu kilometer.  Sebab, dalam perawatan tanaman beberapa puluh meter saja, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 200 juta rupiah.
”Sudah dihitung segitu sama Pak Chalid (Kepala DKP, Red). Persisnya aku gak tau, cuma perkiraan saya seperti itu (Rp 1 miliar),” kata Risma saat ditemui disela-sela perbaikan tanaman yang rusak.
Menurut Risma, saat ini DKP sedang mengolah tanah sebelum ditanami lagi. Memasuki musim kemarau, perlu persiapan dulu. Sebab, kondisi tanah masih panas tidak bisa ditanami langsung. “Kalau ndak diolah panas khwatir mati, kan percuma,” ucap Risma.
Mantan kepala Badan Perencaan dan Pembanunan Kota (Bappeko)Surabaya menyayangkan tidak adanya koordinasi penyelenggara bagi-bagi Ice Cream produk wall’s. Menurutnya, bila dikoordinasikan dengan baik dengan Pemkot, maka tidak akan kisruh. Dia mencontohkan acar car free naight (CFN) pada malam tahun baru 2014.
“Sebetulnya kalau dikoodrinasikan dengan baik ndak ada apa-apa. Untung bukan di Taman Bungkul, kalau di sana mungkin sudah ada korban, tapi saya bersyukur tidak ada korban anak,” katanya.
Risma menegaskan telah melapor ke kepolisian. Sebab, pihak penyelenggara tidak mengantongi izin acara. Izin mereka ditolak karena acara semacam itu akan mengundang bahaya.  “Ke depan untuk even di Bungkul harus dikoordinasikan dengan pemkot,” terangnya.
Sementara itu, tim dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya kini sedang menghitung kerugian akibat rusaknya taman di median Jalan Raya Darmo. Chalid Buhari, Kepala DKP Kota Surabaya belum memastikan total kerugian. “Jumlahnya berapa kita belum mengetahui secara pasti karena saat ini masih sedang dihitung oleh staf DKP. Ada 35 sampai 40 jenis tanaman yang kami rawat bertahun tahun rusak dalam sekejap. Jumlahnya juga masih kita hitung ada berapa tanaman,” tandasnya. [gat.dre]

Keterangan Foto : Dion Aji Setiawan area sales manajer ice cream PT Unilever Jatim  menunjukkan izin sebelum menggelar kegiatan bagi-bagi ice cream di Taman Bungkul Surabaya. [gat/bhirawa]

Tags: