PTM Ditunda, Dindik Kabupaten Malang Masih Wajibkan BDR

Kepala Dindik Kab Malang, Rahmat Hardijono. [cahyono]

Kab Malang, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang masih memberikan kebijakan kepada siswa sekolah di tingkat TK, SD dan SMP untuk tetap Belajar Dari Rumah (BDR). Sebab sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM), karena pandemic Corona Virus Disease (Covid 19) masih belum merada di wilayah Kabupaten Malang.
“Kami mengambil kebijakan siswa tetap BDR, karena Pandemi Covid 19 masih menghantui warga Kabupaten Malang. Dan belum ada tanda – tanda mereda, sehingga untuk siswa PTM kami tunda dulu,” ujar Kepala Dindik Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono, Selasa (15/12) kemarin.
Sedangkan untuk PTM siswa kemungkinan akan kita laksanakan pada awal tahun 2021 mendatang. Namun, jika pada tahun 2021 mendatang Covid 19 juga masih belum mereda, bisa dipastikan PTM siswa tertunda lagi. Dan alasan untuk menunda PTM siswa di Kabupaten Malang, karena Kabupaten Malang saat ini memasuki zona orannye atau zona sedang Covid 19, dan dari hasil survei kesiapan sekolah Kabupaten Malang untuk menggelar PTM, rata-rata sekolah belum siap jika dilaksanakan PTM.
“Atas dasar itulah, maka diutamakan keselamatan siswa dan guru beserta staf sekolah, sehingga kami putuskan BDR. Keputusan ini sudah dibuat dan tertuang dalam Surat Edaran (SE),” jelas Rahmat.
Dari hasil survei telah menunjukan karena sebagian besar sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP atau sederajat tidak siap menggelar PTM. Sedangkan dari sekitar 2 ribu sekolah mulai dari TK, SD, SMP, 67% menyatakan ragu – ragu untuk PTM, dan 4% nya menyatakan tidak berani membuka PTM. Sementara hanya ada 27,8% sekolah yang siap membuka PTM. Karena masih banyak yang tidak siap melaksanakan PTM, maka diputuskan BDR.
“Meskipun siswa BDR di masa Pandemi Covid 19 ini, kami mengajak kepala sekolah se-Kabupaten Malang untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) di sekolah. Namun, jika nanti Covid 19 sudah mereda, maka bisa langsung dilaksanakan PTM di sekolah,” terang Rahmat.
Persiapan yang dianjurkan untuk melaksanakan PTM, seperti membersihkan toilet, dan semua ruangan di sekolah secara rutin. Dan yang paling utama semua siswa dan guru wajib memakai masker di area lingkungan sekolah, harus juga disiapkan tempat cuci tangan, dan thermogun atau alat pengukur suhu badan.
“Jika sekolah yang nantinya akan melaksanakan PTM, syarat – syarat itu harus dipenuhi, karena itu sebagai standar dalam membuka PTM di sekolah. Maka sekolah harus mempersiapkan diri untuk kembali membuka PTM,” tegasnya. [cyn]

Tags: