Puan Maharani Bawakan Kuis, Presiden Jokowi Jadi Juri Siswa

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden Joko Widodo, meninjau lokasi vaksinasi siswa sekolah di kota Serang-Banten, Selasa (21/9) pagi.

Jakarta, Bhirawa.
Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden Joko Widodo, meninjau lokasi vaksinasi siswa sekolah di kota Serang-Banten, Selasa (21/9) pagi.

Saat melakukan peninjauan, Puan turut berinteraksi dengan siswa dan guru SMA 4 kota Serang. Dalam acara kuis saat itu, Presiden Jokowi meminta  Puan untuk memberikan pertanyaan kepada siswa.

“Apa guna dari vaksinasi,” tanya Puan.

Seorang siswi bernama Intan Aprilia Safira, menjawab pertanyaan Puan.

“Vaksi sebagai pelindung dan penguat ijin tubuh” kata Intan

“Betul” kata Presiden Jokowi

“Dapat sepeda, ya” sahut Puan.

Intan, siswi kelas XI MIA 3 SMA 4 Serang itupun melonjak kegirangan. Bisa menjawab dengan benar pertanyaan Puan, dan mendapat hadiah Sepeda dari Presiden. 

Usai acara kuis, Puan turut menyapa guru dan menanyakan pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas yang mulai diberlakukan di sekolah tersebut.

Puan bersama Presiden Jokowi, kemudian melakukan video conference dengan 2 sekolah lain. Yaitu SMKN 1 kota Cilegon dan SMA 4 kota Serang. Melalui pertemuan fisik dan virtual tersebut, Puan dan Presiden Jokowi ikut memantau jalannya vaksinasi siswa. Juga melihat perkembangan PTM di masing-masing sekolah.

Dalam kunjungan memantau vaksinasi siswa di Banten, Puan menekankan pentingnya percepatan vaksinasi, bagi kelompok usia sekolah. Mengingat  anak-anak sudah merindukan untuk bisa kembali belajar di bangku sekolah. Apalagi capaian vaksinasi di provinsi Banten masih tergolong rendah.

“Maka menjadi tugas negara untuk memastikan bahwa anak-anak kita yang masuk sekolah, dapat belajar dengan aman. Karena itu, vaksinasi menjadi penting dan jadi keharusan,” ucap Puan.

Cucu Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno ini, menggarisbawahi bahwa banyaknya kasus kematian, akibat Covid di Banten. Yang datang dari pasien yang belum di vaksin dengan total 95,76%. Sementara itu, pasien Covid-19 meninggal dunia yang telah divaksin hanya 4,24% dari total kasus kematian sebanyak 2.656 orang.

Puan meminta pada masyarakat Banten, agar tidak ragu mengikuti program vaksinasi yang digencarkan pemerintah. Vaksinasi sangat bermanfaat, apalagi  bagi anak-anak yang hendak kembali ke bangku sekolah.

Seperti diketahui, pemerintah terus mengupayakan percepatan vaksinasi anak-anak di atas usia 12 tahun. Dengan demikian, pelaksanaan PTM yang kini diajukan di daerah dengan status PPKM level 3, 2 dan 1 dapat berjalan dengan aman.

“Saat ini tidak ada wilayah di Banten yang berstatus PPKM level 4. artinya, seluruh kabupaten/kota di Banten bisa melaksanakan PTM. Jika anak anak yang memenuhi kriteria sudah di vaksin, orang tua akan lebih tenang, saat mengirimkan anaknya belajar di sekolah,” ungkap Puan. (ira)

Tags: