Puasa Mengajarkan Hidup Hemat dan Kesederhanaan

Novi Puji Lestari

Oleh:
Novi Puji Lestari, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang
Puasa selayaknya tidak hanya diartikan menahan lapar dan haus, namun lebih dilebarkan lagi pengertiannya untuk melatih diri agar bisa hidup hemat, pasalnya tiap individu yang berpuasa bisa melatih diri berhemat dalam segala hal yang berhubungan dengan duniawi.
Terkait pemborosan, Allah SWT berfirman: “Bertakwa dan taatlah kalian kepada Allah. Jangan kalian menaati perintah orang-orang yang suka berlebih-lebihan, yaitu orang-orang yang sering melakukan kerusakan tanpa mau memperbaikinya” (As-Syu’araa: 150-152).
Melalui ayat tersebut, semakin menegaskan bahwa puasa Ramadhan bisa jadi cara efektif melatih diri hidup hemat, sederhana dan secukupnya. Karena itu, ibadah puasa yang kita lakukan sesungguhnya mengajarkan bagaimana hidup hemat dan tidak berlebih-lebihan. Oleh sebab itu, puasa yang kita lakukan mestilah jauh dari belenggu sifat setan yang suka berboros-ria dan menghambur-hamburĀ­kan untuk hal yang tidak penting.
Terlebih di era digital yang serba modern membuat kita terseret dalam permainan dunia yang kita ciptakan sendiri. Banyak toko online, penjualan online berbagai produk, supermarket, swalayan, dan pusat perbelanjaan yang megah dan menyediakan berbagai jenis makanan, minuman, pakaian dan sebagainya membuat kita sulit menolaknya, lantas terjerumuslah untuk menghambur-hamburkan uang untuk kebutuhan yang bukan prioritas. Allah SWT berfirman dalam QS Al A’raf ayat 31: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Oleh sebab itu, Ramadan adalah bulan pengekangan diri dari segala macam keinginan hawa nafsu negatif, dengan mengurangi makanan atau minuman. Karena orang yang terlalu banyak makan dan minum, maka nafsu atau keinginannya untuk berbuat hal-hal negatif cukup besar. Untuk itulah, sebagai langkah kontrol terhadap keinginan-keinginan tersebut, Allah SWT mewajibkan puasa.
Melalui ibadah puasa yang kita lakukan inilah, sesungguhnya mengajarkan bagaimana hidup hemat dan tidak berlebih-lebihan. Oleh sebab itu, puasa yang kita lakukan mestilah jauh dari belenggu sifat setan yang suka berboros-ria dan menghambur-hamburĀ­kan untuk hal yang tidak penting.
Dengan berpuasa, seseorang akan menjadi makhluk empatik, yang merasakan apa yang orang lain rasakan. Ketika empati ini makin membesar pada diri seseorang, ia akan cepat menyadari bahwa ternyata kekayaan yang dimiliki, sejatinya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi ada bagian orang lain yang mesti dibayarkan.
Hidup hemat yang demikianlah, yang sekiranya menjadi salah satu tujuan utama yang juga ingin digapai dari ibadah puasa. Orang yang bisa berhemat dan sederhana dalam penampilan dan gaya hidup kesehariannya merupakan titik tolak kesadaran tinggi hidup bersosial. Untuk itu, mari ibadah puasa bulan Ramadan kali ini kita tingkatkan menjadi ajang pelatihan belajar hemat. [*]

Tags: