PUGaR, Tingkatkan Produksi Garam Petani Tuban

Proses pengerjaan pembuatan jalan produksi dan tembok penahan tanah menuju lokasi produksi garam.

Tuban, Bhirawa
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tak henti-hentinya memberikan soport dan bantuan pada masyarakat untuk meningkatkan kualitas produksi garam, khusunya di wilayah Kabupaten Tuban. Melalui program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR), KKP berharap, prodak garam petani yang telah di suport dapat diterima oleh industri pengguna garam.

Seperti yang disampikan oleh Anthon Tri Laksono, S.Pi, Kepala Bidang Perikanan Budidaya di Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, Program integrasi lahan garam merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah (dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan) sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan garam rakyat. “Dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan mutu garam rakyat di Kabupaten Tuban,” kata Anthon Tri Laksono, S.Pi (07/02).

Seperti pada Tahun 2020, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban melalui Tugas Pembantuan dari KKP telah memfasilitasi integrasi pergaraman di Desa Leran Wetan Kecamatan Palang Tuban seluas 15,45 Ha, 29.425 m2 geomembrane dan Pembangunan Jalan Produksi sepanjang 145 m serta tembok penahan tanah/TPT : 129 m, lebar: 3,2 M.

Pembangunan tersebut dengan tujuan agar akses pertanian garam masyarakat semakin mudah dan lancar, sehingga pada saat panen para pembeli atau petani menuju lokasi. “Semoga dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan mutu garam rakyat di Kabupaten Tuban,” terang Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban.

Sementara itu, Budiyanto, salah satu anggota Koperasi Ronggolawe Makmur, penerima hibah pembangunan jalan produksi saat dikonfirmasi mengaku sangat terbantu Dldengan dibangunnya jalan produksi di area tambak garam di Desanya.

Tidak hanya Budiyanto yang anggota Koperasi, warga petambak garam lain juga sangat terbantu karena dapat mempermudah akses transportasi pengangkutan hasil produksi garam. “Semoga nanti kedepannya pembangunan jalan tambak bisa tetap diteruskan ke tambak-tambak garam lainnya sehinga proses pengangkutan garam hasil produksi bisa lebih mudah,” harap Budiyanto.[hud]

Tags: