Puisi-puisi Karya Wail Ar

Malam yang ditinggal terang

Oleh :
Wail ar-Rifqi

Tak ada kopi hangat malam ini
Semuanya telah gigil membeku membentuk es batu
Suara aliran selokan begitu deras
Hingga aku tak bisa tidur nyenyak dengan puas.

Malam-malam yang tanggal
Tak lagi sama dengan malam sekarang
Satu cahayapun tak pernah aku lihat dan mendekat
Haruskah ia membuat kesedihan yang tak berkesudahan?

Sungguh telah berdosa engkau
Membuat kami meraba² harapnya
Namun, ngkau tak jua datang memberi terang.

Esok ataupun lusa jangan lagi kau pergi sebelum
Mimpi-mimpi kami di tepati.

Jogja 2022

Saat ini aku sedang mencintai tuhan

Saat ini aku sedang mencintai tuhan
Yang bersemayam dalam dirimu
Nyanyian cinta yang ku ucapkan saban hari
Masih begitu indah untuk menciptakan perih.
Nama-nama yang banyak ku tulis dengan penuh hati
Hanya namamulah yang ku pilih sebagai kekasih.

Maka, jangan sesekali kau pergi atau malah pindah ke lain hati
Jika tuhan telah menyetujui.

Jogja 2022

Dikafe main-main

Dikafe main-main
Kuhentikan langkahku karena gerimis sudah menetes mangabarkan gagal menghadang medung
Aroma kopi yang kuhirup tak mampu menutup tubuhku
Dingin masuk dengan manja dari arah mana saja.

Alangkah bahagianya taman itu
Merasakan siraman tanpa hrus putus
Tumbuh tumbuhlah kau bunga serupa
Harap yang mekar di hati pemiliknya.

Jangan kau bunyi lagi di sunyi yang ia hadapi
Sebab, semua yang tanpak merunduk takluk
Sebentar lagi akan tegak seperti cagak.

Jogja 2022

Melnggarkah bila aku cinta padamu

Tuhan tak pernah menjanjikanmu untukku
Namun, tuhan memberikan cinta yang cukup besar untuk dilabuhkan padamu
Maka, jangan engkau cemas tak bisa mendapatkannya diladang hatimu masih ada aku yang saban hari menanam benih tanpa sedikitpun kau hargai.
Apakah ada seseorang yang cemburu bila aku menanam benih cinta untukmu?
Jika iya, aku akan mencabut serabutnya membawa pulang meski perih kesekian kali mengahmpiri.
Jika tidak, petiklah buahnya
Disana banyak yang bergelantungan, sayang, cinta dan kasih aku tanam dalam satu benih.
bila nanti aku benar² mendapatkanmu batupun akan kularang untuk menyentuhmu kecuali tuhan.
Lantas, melanggarkah bila aku cinta padamu?
Jika iya, penjaralah aku
Tapi jika itu tidak, biarkan rasaku yang telanjang ini jalan² di samudra hatimu.

Jogja 2022

*Wail Ar nama pena dari wail ar-rifqi,
Aktif di Komunitas Penyisir Sastra Iksabad (PERSI) dan Majelis Sastra Mata Pena (MSMP) serta Lesehan Sastra Annuqayah (LSA) juga The People Of Art (Teater Poar), pernah menjabat sebagai ketua Komonitas Penyisir Sastra Iksabad (PERSI) periode 21-22. Saat ini berada di jogja.

———- *** ————

Rate this article!
Puisi-puisi Karya Wail Ar,4.67 / 5 ( 3votes )
Tags: