Puluhan Buruh PDP Kahyangan Datangi DPRD Jember

Perwakilan Buruh PDP Kahyangan saat hearing dengan Komisi C DPRD Jember, Senin (18/11).

(Tuntut Raperda Penyertaan Modal)

Jember Bhirawa
Puluhan buruh PDP Kahyangan mendatangi Gedung DPRD Jember, Senin (18/11). Mereka mendesak agar DPRD Jember memperjuangkan Raperda penyertaan modal untuk perusahaan plat merah ini agar tetap di anggarkan dalam APBD 2020 mendatang.
Karena menurut mereka, penyertaan modal sebesar Rp.5,8 Milyar Ini, dibutuhkan untuk biaya operasional PDP Kahyangan termasuk upah karyawan dan buruh, yang sebelumnya digunakan untuk membayar atau menutupi HGU (Hak Guna Usaha) lahan yang mati pada 2020 mendatang.
“Substansi raperda penyertaan modal PDP itu jelas. Karena ini terkait nasib aset PDP dan ribuan buruhnya. Kita masih butuh modal lain untuk pengembangan dan yang lain,” kata Korlap Aksi Buruh PDP Bersatu Dwi Agus Budiyanto saat hearing dengan Komisi C, kemarin
Agus mengaku kesal dengan penolakan yang disampaikan Fraksi PKB. “Untuk fraksi yang menolak itu yang membuat kami datang kemari untuk menagih janji itu, juga untuk bertanya apa sudah tahu substansinya kok tiba-tiba menolak. Kami akan tetap memperjuangkan Raperda penyertaan modal untuk disetujui, karena menyangkut keberlangsungan hidup orang banyak,” tandasnya.
Dari hasil hearing tadi, ada kepakatan yang ditandatangai kedua belah pihak (perwakilan buruh dan Komisi C). “Surat ini, akan kami gunakan bahan untuk menagih jika DPRD melanggar kesepakatan,” sambungnya.
Sementara, secara terpisah Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto menyampaikan, pihaknya meyakinkan raperda penyertaan modal tetap akan dibahas. “Saya yang menggaransi pembahasan di Pansus II. Kemarin saja karena hari Jum’at tertunda,” ujarnya.
Menurutnya, Raperda Penyertaan Modal tinggal finalisasi.” Tinggal dok dari raperda untuk menjadi perda. Maksimal selesai dua kali Pansus, jika tidak ada perubahan konsideran dan nomenklatur,” ujar legislator dari Nasdem itu kemarim. [efi]

Tags: