Puluhan Depo Air Isi Ulang Kota Kediri Tak Layak

6-FOTO A Van-Anita SulistioriniKota Kediri, Bhirawa
Sebanyak 53 Depo air isi ulang yang tersebar di Kota Kediri belum melakukan uji kelayakan air minum. Sehingga  air minum yang dijual depo isi ulang ini sangat diragukan kehigienisanya.
Dikatakan Kepala Bidang Pengendali Penyakit dan Maslah Kesehatan ( P2MK) Dinas Kesehatan Kota Kediri Anita Sulistiorini, jika dari 53 depo air minum hanya 9 yang mau menguji kelayakan air minumnya.
“Itu pun baru uji bakteriologinya saja, semnetara untuk  uji yang sesai aturan masih ada beberapa, namun mereka rupanya enggan untuk menguji airnya” kata Anita pada Wartawan.
Anita menerangkan, sesuai aturan yang belaku jika seharusnya pemilik depo seharusnya menguji airnya di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) setiap 1 bulan sekali, namun pada kenyataanya hingga saat ini pemilik depo masih juga tidak mau untuk mengujinya.
“Ini dasarnya Pemenkes 736/ Menkes/ Per/VI/2010, tentang tata laksana pengawasan air Minum. Namun alasan mereka untuk menguji airnya harganya sangat mahal, sedangkan keuntungan dari penjualan tidak mencukupi untuk melakukan uji lab,” terangnya.
Dijelaskanya, sesuai aturan yang berlaku, untuk menjadikan air minum layak dikonsumsi dan dijual harus melalui beberapa uji Lab, di antaranya, uji Bateriologi, uji Fisika, dan uji kimia, namun dari 53 depo ini hanya 9 yang melakukan uji Bakteriologi.
“Uji yang lainya juga belum dilakukan, kami berharap agar pemilik depo sendiri sadar akan kepentingan itu, karena jika air tidak diuji dikahwatirkan kehigienisan air itu” harap Anita dengan nada serius.
Anita menambahkan, jika hingga ini pihaknya belum bisa melakukan menrapkan sanksi pada pemilik depo Air isi ulang, sebab saat ini untuk penindakan harus dibutuhkan koordinasi terhadap lintas sektor (SKPD) terkait, dan hingga kini koordinasi lintas sektor belum terbentuk. [van]

Keterangan Foto : Kepala Bidang Pengendali Penyakit dan Maslah Kesehatan ( P2MK) Dinas Kesehatan Kota Kediri, Anita Sulistiorini.

Tags: