Puluhan Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Jalani Perawatan Rumah Sakit

Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo. (cahyono/Bhirawa)

Kab Malang, Bhirawa.
Korban Trgagedi Stadion Kanjuruhan yang kini masih dalam perawatan disejumlah rumah sakit yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang, sebanyak 40 orang. Sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terus melakukan pendataan korban akibat tragedi tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo, Jumat (7/10), saat berada di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang mengatakan, hingga pada hari ini, korban luka-luka akibat Tragedi Stadion Kanjuruhan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 40 orang. Sedangkan dari puluhan korban luka itu, telah dirawat di enam rumah sakit, seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kepanjen, RS Hasta Brata, RS Hava Husada Kepanjen, RS Wajak Husada, kabupaten Malang, serta dirawat di RS Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), dan Rumah sakit Saiful Anwar Malang (RSSA), Kota Malang.

“Kami kini terus melakukan update data korban yang meninggal dunia bersama Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian (Dokkes) Polri. Sehingga dengan update itu, akan bisa dipastikan berapa orang akibat Tragedi Stadion Kanjuruhan yang meninggal dunia. Karena untuk data sementara, korban meninggal dunia tercatat 130 orang,” jelasnya.

Menurut Wiyanto, sejauh ini korban yang masih dalam perawatan masih cukup terkendali. Meski ada korban yang kritis, tapi terkendali dan sudah tertangani dengan baik. Semoga suporter Aremania yang mengalami luka-luka yang kini masih dalam perawatan di rumah sakit, semuanya bisa cepat sembuh dan tidak ada korban meninggal dunia lagi. Dan untuk biaya perawatan seluruh korban di rumah sakit, tergantung oleh masing masing rumah sakit.

Korban yang kini ditangani atau dalam perawatan rumah sakit, lanjut dia, seperti di RSUD Kanjuruhan Kepanjen milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan dan RSSA Kota Malang milik Pemerintah Propinsi Pemprov) Jatim. Sehingga biaya pengobatan diambilkan dari masing-masing pemerintah tersebut. Dan untuk biaya rumah sakit swasta juga ditanggung pemerintah daerah,” Semua korban tragedi tersebut sudah tertangani dan tidak ada korban yang terlantar atau tidak ada yang ditangani,” tegasnya. (cyn.hel).

Tags: