Puluhan Pelanggar Prokes Jalani Tes Swab Antigen di Kabupaten Malang

Tenaga Kesehatan dari Dinkes Kab Malang saat melakukan tes swab antigen kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan saat terjaring Operasi Yustisi, di wilayah Kec Dau, Kab Malang. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Polres Malang bersama Kodim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus bergerak melakukan Operasi Yustisi dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kabupaten Malang.

Menurut Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Kamis (4/2), kepada sejumlah wartawan, bahwa Operasi Yustisi terus kita gelar. Sehingga dengan kita melakukan operasi secara gabungan yakni bersama Kodim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, maka sudah ada beberapa masyarakat yang terjaring operasi, karena telah mengindahkan protokol kesehatan saat ditempat umum dengan tidak menggunakan masker.

Dia melanjutkan, seperti yang kita lakukan Operasi Yustisi di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Rabu (3/2) malam, masyarakat yang terjaring mencapai 71 orang pelanggar protokol kesehatan. Sehingga mereka yang melanggar protokol kesehatan kemudian diwajibkan menjalani tes swab antigen, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Dalam operasi tersebut, tim gabungan tidak hanya menyasar pada sejumlah pengguna jalan saja, tapi juga cafe yang ada di wilayah Kecamatan Dau.

“Sebab, cafe sering digunakan sebagai tempat tongkrongan anak-anak muda. Dan agar tidak terjadi cluster baru maka kita lakukan operasidan mereka yang terjaring kita wajibkan tes swab antigen,” ujar Hendri.

Selain itu, kata Kapolres, mereka juga kita berikan pembianaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Sehingga semua yang menjalani swab antigen diimbau agar tidak melanggar lagi protokol kesehatan di masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), apalagi saat ini masih diberlakukan PPKM. Dan dirinya juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang agar selalu mentaati protokol kesehatan. Karena hal itu merupakan sebagai salah satu pemutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Selama Pandemi Covid-19 pihaknya terus melakukan operasi agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena di wilayah Malang Raya ini masuk pada zona merah, sehingga untuk merubah warna zona merah itu, maka harus ada peran serta masyarakat, dan itu yang sangat penting,” tandas Hendri. [cyn]

Tags: