Puluhan Supporter Persid Berni Baksos Donor Darah Kemanusiaan

Para suporter Persed Berni saat mendonorkan darahnya ke UDD PMI Jember, Selasa (11/1) kemarin. [effendi]

Jember, Bhirawa
Puluhan suporter fanatik Tim Sepak Bola Persid Jember yang tergabung dalam Berni mendatangi Kantor Unit Donor Darah (UDD ) PMI Kabupaten Jember. Mereka berbondong – bondong datang sedekahkan darahnya untuk disumbangkan kepada para pasien di RS yang membutuhkan.
Sedikitnya ada 20 suporter Persid yang ambil bagian dalam Bakti Sosial (Baksos) donor darah di UDD PMI Kabupaten Jember. Ada sebagian supporter yang sudah lama menjadi relawan pendonor, ada juga yang masih pemula. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas, satu persatu supporter menjalani proses donor darah di ruang donor darah di UDD PMI Kabupaten Jember.
Menurut Ketua Umum Berni Jember, Indhy Naidha Wulandari, Baksos donor darah ini dalam rangka merayakan HUT Berni ke 11. Baksos donor darah ini dalam rangka memperingati HUT Bernie tiap tanggal 11 Januari.
Indhy menjelaskan, ke depan Baksos donor darah akan menjadi agenda rutin Bernie tiap dua atau tiga bulan sekali. Apalagi, struktur pengurusan Berni sekarang sudah sampai ke tingkat desa di hampir seluruh Kabupaten Jember.
“Baksos donor darah merupakan kegiatan sedekah paling murah tetapi manfaatnya sangat besar bagi orang lain. Setetes darah bisa menyelamatkan sesama manusia yang sedang membutuhkan,” imbuh owner Batik Notohadinegoro Jember ini.
Ketua PMI Kabupaten Jember, H EA Zaenal Marzuki SH MH, yang menerima suporter Persid Berni mengucapkan banyak terima kasih. ”Kami ucapkan banyak terima kasih kepada kelompok suporter Persid Berni yang peduli sesama dengan donor darah di UDD PMI,” kata EA Zaenal Marzuki.
Zaenal menjelaskan kepada kelompok suporter Berni bahwa sumbangan darah sangat penting artinya bagi yang membutuhkan. ”UDD PMI terus berupaya menjaga keseimbangan antara stok dan kebutuhan darah. Yang penting saat dibutuhkan ada stok darah yang siap dipakai,” imbuhnya.
Darah hasil donor darah tidak bisa ditransfusikan langsung kepada pasien yang membutuhkan. Darah masih menjalani serangkaian proses lebih dahulu. Harus menjalani uji sharing dulu kemudian darah harus dites HIV/AIDS, Sipilis, Hepatitis A atau B.
“Kalau ada yang terinfeksi penyakit menular itu maka darah akan dimusnahkan tidak ditransfusikan ke pasien,” ujarnya. [efi.fen]

Tags: