Puluhan Warga Kabupaten Probolinggo Dilatih Lima Kejuruan Berbasis Kompetensi

Pelatihan berbasis kompetensi di mulai.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Sedikitnya 80 orang warga perwakilan dari beberapa desa di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi dari UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo. Pelatihan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan ketrampilan.
Kelima kejuruan tersebut meliputi kejuruan menjahit pakaian sesuai style I dengan 260 Jam Pelajaran (JP) atau 33 hari, kejuruan menjahit pakaian sesuai style II dengan 260 JP atau 33 hari, kejuruan computer operator assistant/basic office dengan 260 JP atau 33 hari, kejuruan Prosesing Hasil Pertanian dengan 140 JP atau 18 hari dan kejuruan pembuatan hiasan busana dengan bordir manual dengan 260 JP atau 33 hari.

Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total peserta mencapai 80 orang. Khusus kejuruan pembuatan hiasan busana dengan bordir dilaksanakan MTU di Desa Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan.

Pelatihan berbasis kompetensi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin didampingi Kepala UPT BLK Ali Imron serta beberapa instruktur, Jum’at (26/3) pagi.

Sehubungan masih dalam masa pandemi Covid-19, pembukaan pelatihan berbasis kompetensi ini hanya diikuti oleh perwakilan peserta dari masing-masing kejuruan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron mengungkapkan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing serta meningkatkan ketrampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan.

”Dengan ketrampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri. Terwujudnya kualitas sumberdaya manusia yang trampil, kompeten dan produktif pada bidang masing-masing kejuruan yang memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan operator di perusahaan/dunia usaha,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengatakan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi yang bersumber dari dana APBN ini dilakukan untuk melatih masyarakat pada usia produktif antara usia 18 sampai dengan 35 tahun.

“Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah untuk terciptanya kompetensi Sumber Daya Manusia unggul demi tercapainya masyarakat terampil dan maju melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi,” katanya.

Menurut Hudan, program pelatihan yang ada di UPT BLK Kabupaten Probolinggo mengacu pada kebutuhan kompetensi yang ada di pasar kerja, sehingga lulusannya dapat dapat diserap di dunia usaha dan industri.

“Dengan pertumbuhan penduduk yang begitu tinggi, ditambah lagi lulusan dari pendidikan formal kurang terampil, beretos kerja rendah kurang professional akan mengalami kesulitan masuk di pasar kerja baik didalam maupun di luar negeri,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut jelas Hudan, UPT BLK Kabupaten Probolinggo berupaya memanfatkan potensi yang ada untuk mengurangi pengangguran melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

“Kami memandang perlu untuk melakukan kegiatan pelatihan pada masyarakat usia produktif agar bisa bersaing di dunia kerja yang diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,” tambahnya.(Wap)

Tags: