Puncak HPSN, Gelar Jalan Sehat Bebas Plastik dan Tanam Pohon

Senam bersama dan jalan sehat bebas plastik pada puncak peringatan HPSN di Songgoriti Kota Batu, Minggu (23/2).

Kota Batu, Bhirawa
Puncak acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Kota Batu ditutup dengan Jalan Sehat Bebas Plastik berhadiah mobil di Dusun Songgoriti, Kel Songgokerto Kota Batu, Minggu (23/2). Peringatan yang berlangsung tiga hari sejak Jumat (21/2), warga juga tanam pohon, lomba busana berbahan sampah daur ulang, dan penyelamatan lingkungan.
Dalam puncak HPSN kemarin, Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi, mengajak warga untuk memilah sampah dari rumah. Acara yang diikuti sekitar 1.500 warga mulai dari Kota Batu, Malang Raya, hingga Blitar dan Kediri. Kegiatan dimulai dari senam dan jalan sehat, penanda tanganan MoU Pemkot dengan BPJS Kesehatan dan Polres Batu terkait pembayaran BPJS dan pajak kendaraan dengan sampah daur ulang.
“Mudah-mudahan rangkaian peringatan HPSN 2020 ini bukan hanya seremonial. Tapi bagaimana dengan adanya penandatangan MoU, Perwali, program baru untuk pelestarian lingkungan dan mengubah sampah menjadi bernilai ekonomis,” ujar Dewanti, Minggu (23/2).
Wali kota menyampaikan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang telah membuat giat penyelamatan lingkungan bekerja sama dengan Among Tani Foundation (ATF). Sehari sebelumnya (22/2), peringatan HPSN di Songgoriti menggelar Lomba Busana berbahan sampah daur ulang yang telah menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 28 model tampak terlihat anggun berlenggak- lenggok di atas panggung menampilkan keindahan busana hasil kreatifitas dari bahan daur ulang.
“Hal ini telah menunjukan masing – masing peserta sudah mampu mendaur ulang barang bekas atau limbah, menjadi bahan yang berkualitas, dan memiliki nilai seni yang tinggi,” tambah Dewanti.
Salah satu desainer peraih juara tiga, Rida Hartatik mengatakan, dirinya sengaja mengikuti perlombaan lomba busana ini dengan mengunakan bahan dasar kertas semen bekas, limbah plastik, hingga limbah tumbuhan.
“Untuk menyiapkan semuanya butuh waktu dua minggu dalam pengerjaannya. Untuk biaya dua kostum ia menghabiskan uang sekitar Rp200 ribu, uangnya untuk membeli winter, cat, pernis dan lem,” ujar Rida Hartatik alias Tatik warga asal Desa Sidomulyo, Kota Batu ini.
Tak hanya lomba busana daur ulang, pada saat bersamaan juga digelar lomba melukis botol oleh 124 siswa SD. Pada Jumat (21/2), Forkompimda Batu bersama seluruh pejabat dan ASN Pemkot Batu, serta komunitas bank sampah di Kota Batu menggelar apel dan aksi penanaman 3 ribu pohon. Dilanjutkan sarasehan dengan topik Sadar Lingkungan yang dilaksanakan di area Candi Supo Dukuh Songgoriti.
Dalam sarasehan itu, wali kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan lingkungan, agar tidak terjadi berbagai macam bencana, terutama banjir, dan tanah longsor. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batu, Arief Asshidiq mengatakan, Pemkot Batu telah melakukan MoU dengan BPJS ketenagakerjaan dan Polres Batu terkait pembayaran pajak kendaraan dan iuran BPJS dengan menggunakan sampah.
“Teknisnya, nanti masyarakat memilah sampah organik dan anorganik, kemudian yang layak jual seperti plastik, kertas, dan sebagainya bisa dikirim ke bank sampah di tiap desa dan kelurahan. Hasil penjualannya bisa digunakan untuk membayar pajak kendaraan dan juga iuran BPJS,”ujar Arief. [nas]

Tags: