Pupuk Bersubsidi Langka, Disperta Bondowoso akan Cek Fisik Data E-RDKK

Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso saat menyampaikan pemahaman terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Pendopo Kecamatan Binakal kepada para petani. [Ihsan Kholil]

Bondowoso, Bhirawa
Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso, Jatim hingga kini belum juga reda. Gejolak di tingkat petani membuat mereka melayangkan protes kepada pemerintah karena sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso, Hendri Widotono menerangkan, bahwa sebagian pupuk diduga belum terkirim ke kios dengan alasan belum mampu.
Guna memenuhi azas keadilan, Dinas Pertanian Bondowoso akan mengecek secara fisik data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e- RDKK). Karena dari kebijakan tahun 2020 dengan tahun ini sangat berbeda jauh. Akan tetapi, dengan sejumlah permasalahan tersebut, petani tetap diminta produksi meningkat.
“Urea itu semua flat, pokoknya per hektar 300 kilogram. Tahun ini berbeda. Cermee, Botolinggo, Kecamatan Kota, Maesan itu 175 kilogram per hektar. Sekarang Binakal ini, 125 kilogram per hektar. Jadi berbeda jauh,” terangnya, Kamis (21/1).
Hendri menyampaikan, terkait kenaikan harga pupuk, bahwa hal itu sudah keputusan pemerintah. Tinggal bagaimana memberikan sosialisasi kepada petani mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET). “Dengan mengubah perilaku petani itu kan tidak mudah,” urainya. [san]

Tags: