Puskesmas Langsung Kelola Dana Kapitasi BPJS Kesehatan

3-puskesmasSurabaya, Bhirawa
Keterlambatan pencairan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kepada Puskesmas saat ini sudah tidak terjadi lagi. Munculnya  Perpres 32/2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah membuat dana Kapitasi dari BPJS dapat langsung ditransfer ke rekening bendahara dan dikelola oleh puskesmas.
Direktur Umum BPJS Fahmi Idris, mengatakan Perpres tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi ini menjadi angin segar bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), khususnya puskesmas yang berstatus non badan layanan umum. Pasalnya, selama ini semua dana untuk puskesmas masuk ke kas daerah.
Akibatnya, selain dana itu dipotong dengan beragam alasan, pelayanan maupun operasional puskesmas jadi terhambat. “Pembayaran kapitasi langsung ke puskesmas, sehingga memudahkan untuk segera dipakai,” katanya.
Terkait penggunaannya, ia mengatakan, minimal 60 persen dari total penerimaan kapitasi dipakai untuk jasa pelayanan. Sedangkan sisanya untuk dukungan biaya operasional. Artinya puskesmas bisa menggunakan dana sisa itu untuk pengadaan sarana, alat kesehatan dan lainnya. Namun, untuk pelaksanaan teknis di lapangan akan diatur lebih lanjut dengan Permenkes.
Menurutnya, setiap FKTP akan memiliki bendahara dana kapitasi JKN, yang ditunjuk oleh kepala daerah. Bendahara ini membuka rekening dana kapitasi JKN. Semua pembayaran kapitasi ditransfer ke rekening tersebut, dan diakui sebagai pendapatan.
”Jadi dengan hadirnya Perpres 32/2014 akan mempercepat pencairan dana dari BPJS Kesehatan ke Puskesmas,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Harsono mengaku hadirnya Perpres 32/2014 akan membuat kinerja dan pelayanan yang diberikan Puskesmas akan meningkat. Banyak keuntungan yang akan diperoleh jika Puskemas menerapkan Perpres 32/2014 salah satunya Puskesmas akan mendapatkan dana kapitasi dari BPJS Kesehatan lebih cepat.
”Jika dulu dana kapitasi melalui kas daerah maka sekarang dana BPJS Kesehatan dapat dicairkan lewat bendahara yang telah ditunujuk oleh kepala daerah,” ujarnya.
Orang nomer wahid di Dinkes Jatim berharap dengan diterapkanya Perpres 32/2014 akan menjadikan sistem pelayanan BPJS Kesehatan semakin membaik. Program BPJS Kesehatan ini memang baru, akantetapi dengan perbaikan sistem pelayanan akan meningatkan kepercayaan masyarakat akan program BPJS Kesehatan.
”Saya yakin program BPJS Kesehatan akan sukses, hal ini terlihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti program kesehatan milik perintah ini,” yakinnya dengan nada mantap ini. [dna]

Keterangan Foto : Peserta BPJS Kesehatan mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Tags: