Radio, Alternatif Media Pendidikan di Masa Pandemi

Oleh :
Chumairo
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Sekolah di masa pandemi seperti sekarang ini sulit sekali untuk berkomunikasi di kelas , di ruangan, maupun di sekolah. Semua siswa mengikuti pembelajaran di rumah masing-masing. Imbasnya, semua komunikasi beralih ke virtual yang membutuhkan kuota internet setiap penggunaannya. Kondisi ini menghadirkan keresahan bagi siswa dan juga mahasiswa. Pemerintah sesungguhnya sudah memberi bantuan kuota internet ke masing-masing sekolah. Namun demikian, langkah tersebut belum berarti persoalan selesai. Sebagian siswa masih menghadapi persoalan utamanya bagi mereka yang berdomisili di desa pasti kesulitan perihal jaringan internet, terkadang kuota yang diberikan oleh pemerintah tidak sama dengan kartu yang di pakai dari kebanyakan siswa.

Zaman yang sudah memasuki era revolusi digital 4.0, sudah waktunya melek teknologi. Namun masih saja dari kebanyakan siswa apalagi domisili desa masih gagap teknologi. Karena hidup terbatas dengan kesederhanaan, orang tua pun hanya memiliki handphone keluaran lama, ada juga yang tidak mempunyai handphone.

Komunikasi masih sulit tersampaikan pada para siswa. Pandemi mengubah gaya hidup semua orang. Yang awalnya aman saja bersekolah, masuk kelas dengan banyak siswa, ramai, berkerumun, kini sudah tidak diperbolehkan, bahkan peraturan semakin ketat.

Namun sudah beberapa inovasi juga mengalihkan sekolah di televisi, dengan jadwal yang telah ditentukan. Meski hal ini dibilang bisa diminati oleh beberapa siswa, tidak semuanya anak bisa diatur untuk jadwal sekolah dengan melihat televisi. Bahkan ada yang lebih memilih melihat kartun, atau lainnya. Sekolah masa pandemi memang sangat sulit mengubah gaya hidup siswa yang tidak seperti biasanya. Peran orang tua pun juga sangat penting di waktu ini. Akan tetapi orang tua juga tidak bisa mendampingi sepenuhnya perihal banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Cara belajar siswa saat ini perlu diperhatikan, sehingga siswa dapat mudah mengerti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Belajar di sekolah dengan bertemu guru secara langsung memanglah sangat efektif. Namun karena pandemi, peraturan berkumpul tidak diperbolehkan. Cara belajar siswa kini beragam, kebanyakan dari siswa , mereka menggunakan google class room, google meet, zoom, atau aplikasi lainnya yang bisa digunakan sebagai komunikasi untuk media pembelajaran. Tak terbiasa  dengan melihat layar persegi dan hanya mendengarkan guru berceramah, di beri tugas dan harus di kumpulkan di waktu yang ditentukan. Menjadikan mereka bosan dengan setiap harinya di hadapi sekolah dengan ini. Memang sudah zaman era revolusi digital 4.0, namun penggunaan alat komunikasi seperti ini tidak semua bisa digunakan oleh kebanyakan siswa. Tidak heran mereka yang berdomisili di desa masih kurang informasi, dan jugatidak bisa menggunaannya. Hal ini pemerintah juga harus menyadari, memberikan wadah bagi mereka halnya cara belajar bagaimana yang bisa di terima oleh mereka.

Memanfaatkan Media Radio

Beragam cara belajar dari siswa, bisa dengan melihat, mendengar, maupun menulis. Jika dirasa pembelajaran di televisi masih kurang efektif, bisa dicoba dengan pembelajaran menggunakan radio.

Siswa yang berdomisili di desa juga dapat menggunakannya.Pembelajaran bahasa Indonesia misalnya, guru tidak hanya dengan memberikan bacaan saja karena siswa terkadang sulit bisa menerima pelajaran tersebut, ada juga malas membaca.

Dengan media radio, guru dapat mempraktikkan cerita dengan bernarasi, menceritakan naskah melalui radio tersebut, Maka penyampaian komunikasi seperti ini kemungkinan bisa di terima oleh kebanyakan siswa. Mereka yang suka belajar dengan cara mendengar, akan lebih bisa memahami dan bisa menyenangkan.

Media yang dapat digunakan untuk mengirim atau menerima pesan dan dapat diinformasikan ke masyarakat luas, ditemukan terlebih dahulu sebelum media baru yakni media konvensional atau bisa disebut media komunikasi massa. salah satunya yaitu media penyiaran radio. Dimana radio ini media komunikasi yang mampu menyampaikan informasi dalam bentuk suara. Beda halnya dengan televisi dalam bentuk suara dan gambar bergerak. Kini Radio semakin sedikit peminat. Orang lebih memilih menggunakan sosial media atau lainnya.

Dengan terus mengembangkan media radio terhadap generasi milenial di era revolusi digital 4.0 agar tidak melupakan media yang satu ini. Serta peralihan yang tidak merugikan dan tidak membebani masarakat khususnya siswa sekolah.

Meningkatkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap proses digitalisasi penyiaran. Agar penyiaran radio juga lebih berkembang, tidak hanya menginformasikan berita, lagu-lagu, namun bisa dengan pendidikan berupa narasi . Sehingga pendengar lebih memahami isi bacaannya dan lebih menyenangkan tentunya.

Memanfaatkan kegiatan ini, kemungkinan bisa di terima oleh banyak masyarakat. Bahwa radio bisa digunakan banyak khalayak, bisa untuk orang pedesaan dan juga perkotaan. Bahwa radio sebuah alat elektronik yang menjadi primadona. Tidak hanya digunakan untuk mendengarkan lagu saja, bahwa sekarang sudah banyak program seperti iklan, jadwal religi, sharing kesehatan, berita, dll. Tidak menutup kemungkinan jika pegajaran online bisa beralih ke radio. Jadi setiap daerah, guru bisa menginformasikan ke radio terdekat dan bisa dijangkau banyak pihak. Informasi yang disebarkan melewati radio bisa menjangkau pendengar lebih banyak dan bisa dengan efektif.

Sekarang ini banyak berita online yang tersebar lebih up to date, namun masih terdapat banyak hoax yang menyebar. Apabila dari khalayak masih tidak sempat untuk membaca informasi terbaru tersebut, radio bisa dijadikan rujukan yang baik.

Semakin berkembangnya zaman, radio kali ini tidak mau kalah eksis dengan serba teknologi, radio juga mulai merambah ke dunia streaming. Bukan hanya persoalan teknologi semakin canggih saja, namun radio juga memberikan efek yang berbeda kepada setiap pendengarnya. Karena banyak dari pendengar bisa merasakan manfaat mendengarkan radio, diantaranya terlihat lebih bahagia dengan mendengarkan dibandingkan pengguna komputer ataupun penikmat televisi. Dimana dengan mendengarkan, orang dapat megimajinasikan informasi yang telah di berikan oelh sumber. Terkadang dengan mendengarkan cerita obrolan di radio juga bisa terbawa situasi, bisa bahagia, sedih, dan juga bisa terinspirasi dengan cerita tersebut.  Selain itu manfaat radio juga bisa meningkatkan kecerdasan. Kenapa? Karena Radio mengutamakan suara atau audio dalam siaranya. Ketika pendengar menikmati dengan indra telinga, otak kamu dituntut untuk menangkap informasi dengan memahami suara atau music yang disiarkan oleh radio.

Semakin banyak berlatih mendengarkan juga melatih konsentrasi, dengan menyerap informasi yang diutarakan dan dapat melatih kepekaan dalam mendengarkan informasi tersebut. jadi sangat baik untuk para siswa, sehingga cara belajar lebih bervariasi dengan konsentrasi terhadap kepekaan suara yang diterima. Radio juga bisa menginformasikan lebih cepat seperti berita kondisi terkini mengenai daerahnya. Sehingga menambah wawasan bagi setiap pendengarnya. Dan juga pesan yang disampaikan lebih cepat, dari media lain, karena pesan tersebut didengar serentak di waktu yang bersamaan.

Sebagai pengajar pun dapat memberikan pembelajaran melalui radio dengan memberikan variasi seperti alunan lagu agar murid tidak bosan mendengarnya. Menjadikan hal baru yang bisa memberi manfaat bagi pendengar dan wawasan. 

Media massa berupa radio ini sangat banyak memberikan kontribusi  dan pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat setempat. Tidak menjadikan media yang ketinggalan di era revolusi digital saat ini. Serta memberi pengaruh besar untuk murid dalam penerima informasi, dan sebagai pendengar dapat meningkatkan pengetahuannya melewati radio. Dengan demikian guru yang mengamalkan ilmunya, sebaai komunikator yang membawa misi tertentu dalam komunikasinya untuk merubah sikap dan perilaku murid. Hal ini dapat mengimbangi adanya berbagai sajian informasi yang di terima masyarakat tidak memberatkan dalam kehidupannya. Seperti tidak mengeluarkan kuota internet untuk sekolah, dan komunikasi di radio bisa bersifat menghibur berupa cerita lucu, menyenangkan, sehingga dapat di terima oleh murid dengan gembira.

———– *** ———–

Tags: