Rakor Libatkan Lurah dan Camat Pertajam Usulan Hasil Musrenbang Kelurahan

Wali Kota Maidi saat Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas SDM pada Perencanaan Dalam Rangka Penajaman Hasil Musrenbang Kelurahan untuk Perencanaan Pembangunan Tahun 2023 di Hotel Santika Yogyakarta, Jumat (28/1) malam. [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Wali Kota Madiun, Maidi serius dalam penyusunan rencana pembangunan untuk tahun anggaran 2023 mendatang. Usulan masyarakat yang mengemuka dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan beberapa waktu lalu kembali dilakukan pembahasan antar lurah dan camat. Hal itu sengaja dilakukan sebelum jalannya Musrenbang tingkat kecamatan dilaksanakan.

”Saya tak ingin ada usulan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar yang tertinggal. Masing – masing lurah saya minta untuk berdiskusi kelompok lingkup kecamatan,” kata Wali Kota Maidi saat Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas SDM

Perencanaan Dalam Rangka Penajaman Hasil Musrenbang Kelurahan untuk Perencanaan Pembangunan Tahun 2023 di Hotel Santika Yogyakarta, Jumat (28/1) malam. Koordinasi antar lurah itu penting mengingat terdapat usulan pembangunan dengan titik yang melewati dua wilayah kelurahan sekaligus.

Wali Kota tidak ingin, pembangunan terputus hanya gara – gara masuk wilayah kelurahan lain. Sedang, pembangunan itu penting untuk menyelesaikan masalah di masyarakat. Wali kota mencontohkan pembangunan saluran untuk mengatasi banjir. Jika pembangunan saluran terputus sebelum sampai pembuangan akhir, tidak menutup kemungkinan malah memunculkan masalah baru.

”Kalau saluran yang bagian atas diperbaiki kemudian yang bawah tidak hanya karena beda wilayah, air bisa meluber kemana – mana di bagian bawah. Hal – hal seperti ini penting dipahami lurah dalam menyusun rencana pembangunan,” jelasnya.

Wali kota menegaskan, tidak ada pembatasan panjang pembangunan yang diusulkan. Misalnya, usulan pavingisasi. Usulan harus sesuai panjang jalan. Tidak boleh berhenti di tengah atau menyisakan sedikit. Sebab, pavingisasi masuk dalam usulan prioritas lantaran berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

”Sebab masih ditemukan usulan dari kelurahan yang panjangnya belum sesuai. ‘Berapapun panjangnya harus dituntaskan. Jangan disisakan. Kalau disisakan akan ketinggalan. Apalagi kalau lupa mengusulkannya lagi,” tandas Wali Kota. [dar.fen]

Tags: