Rampung Dibangun, Bendungan Gongseng Bojonegoro Mulai Lakukan Pengisian Awal

Prosesi pengisian awal bendungan tersebut ditandai dengan menekan sirine oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Agus Rudyanto, dan jajaran Forkopimda Bojonegoro.

Bojonegoro,Bhirawa.
Bendungan Gongseng, yang baru rampung dibangun, berada di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, kemarin (22/9) mulai dilakukan pengisian awal (impounding), sesuai dengan rencana awal yang ditetapkan, yaitu di minggu kedua September 2021.

Prosesi pengisian awal bendungan tersebut ditandai dengan menekan sirine oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Agus Rudyanto, dan jajaran Forkopimda Bojonegoro.

Bendungan yang dibangun dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini merupakan pengembangan infrastruktur irigasi dan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah kabupaten setempat.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan, tahap awal pengisian Waduk Gongseng dilakukan melalui penutupan pintu conduit. Dimana diharapkan dalam waktu lima bulan kedepan, tampungan Waduk Gongseng telah penuh sampai melimpas (tertuang) pada spillway (bangunan pelimpah).

” Sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.

Berkenaan Bendungan Gongseng, lanjut Agus Rudyanto, mengatakan bahwa untuk menjamin keamanan, pembangunan Bendungan Gongseng melewati perjalanan panjang,. agar bisa segera dimanfaatkan untuk masyarakat.

“Diharapkan dalam waktu lima bulan ke depan, tampungan Bendungan Gongseng telah penuh sampai melimpah pada spillway, sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat Bojonegoro.” kata Agus Rudyanto.

Agus Rudyanto juga mengatakan, bahwa Bendungan Gongseng ini memiliki kapasitas penyediaan air baku 300 liter per detik, sehingga mampu mengairi irigasi seluas 6.191 hektare. Selain itu, berfungsi sebagai konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik per detik, serta berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. Sementara total kapasitas tampungan 22,43 juta meter kubik, yang berada di daerah genangan seluas 390 hektare

” Pengerjaan pembangunan Bendungan Gongseng dimulai tahun 2013 dan ditargetkan selesai tahun 2021 dengan biaya Rp 574 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Saat ini progres mencapai 94 persen, bendungan Gongseng memasuki tahap akhir pengerjaan, sehingga pengisian awal menjadi salah satu syarat pengoperasian,” terang Agus.

Keberadaan bendungan gongseng menjadi angin segar bagi Kabupaten Bojonegoro. Senada dengan yang disampaikan Kepala BBWS Bengawan Solo selain sebagai pengendali banjir dan wisata. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap penyediaan dan pengendali di Kabupaten Bojonegoro sudah tepat.

“Sebab jika penyediaan saja bisa over suplai artinya terjadi banjir. Bendungan ini sebagai pengendali sekaligus untuk ketersediaan air,” ujarnya.

Bupati berharap dengan adanya bendungan ini pemenuhan kebutuhan pertanian dapat terpenuhi dan produksi pertanian meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan umum Sumber Daya Air (Kadin PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Tedjo Sukmono menuturkan setelah pengisian 63 hari diharapkan bisa terisi, kemudian dites, lalu dinaikkan levelnya sampai melimpah.

” Mudah-mudahan nanti pada bulan Februari 2022 sudah penuh pengisiannya sesuai rencana kapasitas 22,43 juta m³,” harapnya.

Ditambahkan, Waduk Gongseng merupakan suplesi (penambahan) dari Waduk Pacal. Mengikuti hasil kajian terhadap pelestarian Waduk Pacal yang mana salah satunya berupa rekomendasi pembangunan satu waduk lagi.

Suplesi waduk tersebut diharapkan kapasitasnya sama dengan kapasitas Waduk Pacal pada saat dibangun pada waktu dahulu. Yakni 44 juta m³. Sehingga bisa mengairi kekurangan air di wilayah Barueno dan Kepohbaru.

“Kita sebagai penerima manfaat, nanti harapannya bisa mengairi Kecamatan Sukosewu, Kapas, Balen, Sumberejo, Baureno dan Kepohbaru,” sambungnya. [bas]

Tags: