Rapat Perdana Pansus III DPRD Kabupaten Trenggalek Bahas SOTK

Trenggalek, Bhirawa
Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Trenggalek menggelar rapat perdana bersama tim asistensi Organisasi Perangkat Daerah ( OPD), membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan perda Kabupaten Trenggalek nomor 17 tahun 2016 Tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.
Rapat kerja dipimpin Ketua Pansus III DPRD Trenggalek Mugianto. Senin ( 27/4) di Ruang Rapat Paripurna lantai 2 DPRD Trenggalek.
Ketua Pansus III DPRD Trenggalek Mugianto Mengatakan pihaknya telah mengelar rapat kerja perdana bersama tim asistensi OPD.
“Rapat perdana Pansus III membahas rencana perubahan perda nomer 17 tahun 2016 yaitu, tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK ). Ucapnya saat dikonfirmasi wartawan usai rapat.
Ia menyebutkan beberapa instansi yang ke depan akan di lakukan penyesuaian perdanya sehingga, ke depan akan lebih fokus.
“Ini tadi baru membahas Dinas Pertanian, kemudian Rumah sakit dan Puskesmas akan dijadikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) , sedangkan untuk Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) akan masuk menjadi kantor sesuai dengan PP.” ungkapnya.
Lebih lanjut Obeng sapaan akrabnya, anggota DPRD yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV menjelaskan , beberapa usulan memisahkan Dinas Pertanian dan Pangan dengan peternakan.
” Rencananya sesuai dengan draff akan dilakukan pemisahan, namun kita lihat dulu beberapa fariabel dan skor yang mendukung kalau memang mau dipisah,” ungkabnya.
Selain itu mengenai mekanismenya Rumah sakit rencananya, tambah Obeng kemungkinan cukup hanya dengan Peraturan Bupati ( Perbub) untuk menjadikan Rumah sakit menjadi UPT.
” Untuk mekanisme rumah sakit kemungkinan cukup dengan Perbub, itu sudah bisa mewakili. Sehingga selanjutnya status Rumah sakit dan Puskesmas jadi UPT. Kemungkinan gambaranya akan seperti itu, jadi masih dinaungi Dinkes, ” ulasnya.
Namun pihaknya mengaku tidak bisa memastikan dalam satu keputusan namun akan berkoordinasi lagi agar menemukan jalan terbaik untuk pembangunan kabupaten Trenggalek kedepan.
“Jadi kita wajib mencari solusi terbaik, intinya walaupun kita miskin akan struktur tetapi kaya fungsi, harapan nya kedepan jangan sampai terlalu gemuk strukturnya, akan tetapi fungsinya itu yang harus lebih dikedepankan,” pungkasnya.(wek).

Tags: