Ratusan Desa di Bojonegoro Telah Cairkan Alokasi Dana Desa

Bojonegoro,Bhirawa.
Hingga akhir Maret 2021, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan sebanyak 164 dari Dari 419 desa di daerah itu telah mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, Machmuddin mengatakan, dari 419 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro, 164 desa telah melakukan pencairan ADD.

Sementara 165 desa dalam proses pencairan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro, kemudian 84 desa dalam proses verifikasi di DPMD Bojonegoro, dan sisanya 6 desa belum mengajukan pencairan.

” Saat ini sudah ada 164 desa yang sudah cair ADD, kemudian 165 desa masih proses di BPKAD, dan 84 desa masih dalam proses pengajuan pencairan di DPMD, dan 6 desa belum masuk,” jelasnya, kemarin (4/4).

Lanjut Mahmudin, untuk DD yang bersumber dari APBN, seluruh desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro telah melakukan pencairan.

” Ada desa belum mengajukan kemungkinan karena masih verifikasi di kecamatan untuk kelengkapan administrasinya dan verifikasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya,” terangnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa penggunaan DD tahun 2021 ini berbeda dari tahun sebelumnya, akibat adanya pandemi COVID-19.

Menurutnya, tahun 2021 ini ada 3 komponen dana desa, yang pertama untuk pembangunan atau kegiatan yang normal, yang kedua untuk bantuan langsung tunai (BLT) DD, yang ketiga untuk refokusing untuk Pemberlakuakn Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) dengan alokasi sebesar 8 persen dari Dana Desa (DD)

Sementara untuk BLD, dengan besaran untuk Dana Desa kurang dari Rp 800 juta maka BLT DD maksimal 25 persen dari jumlah Dana Desa, kemudia Dana Desa Rp 800 juta sampai Rp 1,2 miliar maka BLT DD maksimal 30 persen dari Dana Desa, sedangkan Dana Desa lebih dari Rp 1,2 miliar maka BLT DD maksimal 35 persen dari jumlah Dana Desa.

“Untuk pandemi COVID-19. Pandemi ini kan kita tidak tahu sampai kapan, sehingga dianggarkan untuk kegiatan penanganan atau penanggulangan COVID-19, yang bisa dianggarkan oleh desa, yang disiapkan sebesar 8 persen dari Dana Desa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Alokasi Dana Desa (ADD), yang bersumber dari APBDKabupaten Bojonegoro, diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro nomor 9 tahun 2021, dengan total anggaran atau pagu sebesar Rp. 214.896.517.635.

Sedangkan DD yang bersumber dari APBN, diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro nomor 8 tahun 2021, dengan total anggaran atau pagu sebesar Rp. 362.673.177.000, yang cairkan dalam 3 tahap, yaitu tahap pertama mulai bulan Februari 2021, tahap kedua bulan Agustus 2021, dan tahap ketiga bulan November 2021.[bas]

Tags: