Ratusan Guru-Penyuluh Bersihkan Sisa Banjir Dringu

Sejumlah guru dan penyuluh dari kemenag bersih-bersih sisa banjir Dringu. [wiwit agus pribadi]

Jembatan Gantung di Kedungdalem Harus Dibronjong agar Kuat
Probolinggo, Bhirawa
Sekitar 350 orang guru dan penyuluh di bawah Kemenag Kabupaten Probolinggo memberi bantuan korban banjir Dringu dibantu warga membersihkan sisa banjir, Rabu (17/3) kemarin, jumlahnya mencapai ratusan orang yang turut membersihkan material sisa banjir.
Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, sepekan usai banjir menimpa warga Desa Kedungdalem dan Desa Dringu, masih terasa dampaknya. Tidak sedikit, warga yang masih belum selesai membersihkan sisa material banjir. Karena itu, ratusan guru dan tenaga penyuluh pun ikut turun membantu warga korban banjir.
“Total ada 350 orang di bawah Kemenag yang turun membantu korban banjir. Mereka guru dan penyuluh dari wilayah Pakuniran dan Pajarakan,” katanya.
Bahtiar mengatakan, dalam sepekan ini tiap harinya ratusan guru dan tenaga penyuluh akan dikerahkan ke lokasi banjir. Mereka tidak hanya diminta membawa peralatan bersih – bersih, tapi juga diminta membawa makanan sendiri. Sehingga, mereka turun membantu warga korban banjir, tidak boleh makan nasi bungkus dari dapur umum.
Kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ke lokasi banjir Dringu beberapa hari lalu, membawa dampak. Usai kunjungan, direncanakan pekan ini bakal dibangun bronjong di tepi jembatan gantung (biru) yang berada di Desa Kedungdalem, Dringu. Sebab, kondisi tepi jembatan itu plengsengannya ambrol. Untuk memperkuat jembatan gantung itu harus segera ditangani lebih dulu.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo. Saat dikonfirmasi kemarin, Tutug mengaku, baru saja selesai Rapat Koordinasi (Rakor) bersama yang dipimpin Bakorwil V Jember. Salah satu poin dari rakor itu, prioritas pemasangan bronjong di tepi jembatan gantung itu di mulai Kamis (18/3).
“Dalam rapat koordinasi tadi, hadir juga dari PU SDA, dan UPT PSDAWS Welang Pekalen Pasuruan,” katanya.
Tutug menjelaskan, diperkirakan dalam waktu dekat, pemasangan bronjong di tepi jembatan gantung akan dilakukan. Hanya saja, bronjong itu hanya sekitar 6 meter tepi jembatan. Ini untuk memperkuat jembatan gantung yang menjadi akses warga desa Kedungdalem.
“Saat Gubernur meninjau lokasi banjir, jembatan gantung yang plengsengannya ambrol itu diprioritaskan untuk segera ditangani. Karena dikhawatirkan, jika plengsengan tidak segera dipasang bronjong, bisa berdampak pada jembatan gantung itu,” terangnya.
Ditanya pembangunan bronjong itu dari Pemkab dan Pemprov? Tutug mengatakan, bronjong di tepi jembatan gantung itu tidak masuk dalam rencana dana sharing untuk bronjong. Pelaksanaan dana sharing itu masih dalam proses persiapan.
“Dana sharing itu untuk bronjong sepanjang sekitar 43 meter. Jadi beda dengan dengan bronjong di tepi jembatan gantung itu. Bronjong tepi jembatan gantung ini dari Dinas PU SDA Pemprov Jatim,” terangnya.
Pemkab Probolinggo berupaya gerak cepat pasca bencana banjir. Salah satunya, siapkan bantuan sembako untuk ribuan kepala keluarga (KK) korban banjir di empat desa Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Penyaluran bantuan Sembako harus by name by address.
Bantuan Sembako itu, dikatakan Tutug, berupa beras, minyak goreng (2 liter) dan mie instan satu kardus. Untuk beras hitungannya per jiwa 6 Kg. Sedangkan bantuan minyak goreng dan mie instan hitungannya tiap KK. Sehingga, tiap KK sama-sama dapat 2 liter minyak goreng dan mie instan satu kardus, tapi beras yang diterima menghitung jumlah jiwa dalam KK.
“Ada sekitar 1.950 KK yang terdampak bencana banjir di empat desa. Mulai desa Dringu, Kedungdalem, Kalirejo, dan Tegalrejo,” tambahnya. [wap]

Tags: