Ratusan Jamaah Haji Bondowoso dan Blitar Batal Berangkat Tahun Ini

Kasi PHU Kemenag Bondowoso, H Saiful Badri. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Sedikitnya ada 635 calon jamaah haji dari Kabupaten Bondowoso dipastikan tidak akan berangkat ke tanah suci tahun ini. Hal ini menyusul keputusan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Arab Saudi yang mentiadakan musim haji pada tahun 2020 akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Sementara Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar juga memastikan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2020 ditiadakan.
Pembatalan pemberangkatan jamaah haji ini, diputuskan untuk semua warga negara Indonesia yang menggunakan kuota pemerintah ataupun pengguna visa haji mujamawah. Yakni, visa haji yang keluar karena undangan khusus dari Kerjaan Arab Saudi.
Kasi Peyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Bondowoso, H Saiful Badri menerangkan, bahwa calon jamaah haji yang telah melunasi pembiayaannya yakni ada 612 orang, dan 23 orang lagi merupakan CJH cadangan.
“Terus ada cadangan, memang cadangan itu belum harus diberangkatkan. Artinya kalau dari 612 gagal, artinya sakit atau apa. Di oper ke urutan berikutnya cadangan yang sudah melunasi,” paparnya, Selasa (2/6).
Saiful Badri menjelaskan, bahwasanya calon jemaah haji yang batal berangkat tahun 2020 ini direncanakan akan berangkat pada tahun berikutnya.
“Pembatalannya terus sudah, kalau sudah diputuskan tahun ini berarti tidak ada hajian tahun ini. Berarti akan berangkat tahun 2021. (Kalau virus corona sudah tidak ada?) ya, dimungkinkan,” urainya.
Dia pun mengaku, jika pihaknya akan menginformasikan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini. Yakni dengan menindaklanjuti surat dari pemerintah provinsi yang kemudian disampaikan kepada para Calon Jamaah Haji (CJH). Baik dengan melalui Group aplikasi whatsapp seperti group-group anggota haji, maupun group kepala puskesmas, kepala KUA juga, termasuk juga di forum-forum KBIH.
Sementara Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Syaikul Munib memastikan bahwa penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2020 resmi ditiadakan, dimana hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 mengenai Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji 1441 H/2020 M.
“Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020, untuk tahun ini karena masih dalam wabah Virus Corona atau Covid-19 pelaksanaan Ibadah Haji ditiadakan,” kata Syaikul Munib.
Lanjut Syaikul Munib, pihaknya juga menjelaskan peniadaan pemberangkatan Haji ini sudah melalui berbagai pertimbangan, diantaranya demi keselamatan para jamaah kedepannya mengingat penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di tingkat dunia masih mengkhawatirkan.
“Sehingga Pemerintah Pusat memutuskan tidak memberangkatkan calon jamaah Haji tahun ini karena Pandemi Covid 19 ini utamanya,” jelasnya.
Selain itu dikatakan Syaikul Munib, berdasarkan data masuk untuk jumlah calon jamaah Haji di Kabupaten Blitar berkisar 900 hingga 1000 jamaah dan semua kegiatan persiapan haji sudah diberikan kepada calon jamaah, sehinggat saat ini menurutnya hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja.
“Namun karena masih adanya Wabah Covid-19 ini, untuk sementara rukun Islam kelima ini belum bisa dilaksanakan dan kami harap untuk bersabar kepada semua calon jamaah Haji Kabupaten Blitar,” ujarnya.
Bahkan pihaknya juga meminta kepada semua calon jamaah Haji Kabupaten Blitar tetap berfikir positif dan memahami situasi kondisi yang sedang terjadi secara global. Sedangkan mengenai penundaan pelaksanaan haji rencananya akan tetap diberangkatkan pada tahun 2021 mendatang.
“Kami berharap wabah ini bisa segera berakhir, dan penundaan Haji tahun ini akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang,” pungkasnya. [san. htn]

Tags: