Ratusan Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Kesamben Jombang

Banjir yang terjadi di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Senin pagi (04/01). [arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Banjir tahunan kembali menerjang Dusun Beluk, Desa Jombok dan Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Senin pagi (04/01). Ratusan Kepala Keluarga (KK) di 2 desa di Kecamatan Kesamben, Jombang ini terdampak banjir tahunan dari Kali Avoer yang melintas di wilayah tersebut.

Jalan alternatif menuju Mojokerto yang ada di daerah tersebut pun ‘lumpuh’. Ketinggian air terpantau bervariatif. Banjir terdalam terpantau sekitar di atas lutut orang dewasa.

Menurut warga setempat bernama Susmawati (50), banjir terjadi sejak Sabtu (02/01) kemarin.

“Makin hari makin tinggi mas. Penyebabnya ya dari kali, hujan, kiriman sudah ‘tumpek blek’. Sampah juga ‘nggak’ diambil ambil hampir satu tahun. Kalau sudah ada kejadian ‘gini’, baru ada tindakan, itupun ‘nggak’ tuntas,” ujar Susmawati.

Susmawati menambahkan, perubahan ukuran gorong-gorong di Sipon juga mengakibatkan banjir di daerahnya kembali terjadi.

“Gorong-gorongnya kecil, dulu besar, sekarang dibangun gorong-gorongnya jadi kecil.

Masih kata Susmawati, ada sekitar 200 rumah warga setempat terdampak banjir kali ini. Susmawati mengaku akan mengungsi karena banjir ini. Dia berharap kepada pemerintah agar menindaklanjuti kejadian banjir ini agar ke ke depan tidak terjadi lagi banjir tahunan dari Kali Avoer.

“Agar tuntas, ‘nggak’ setengah-setengah pekerjaannya. Biar tidak banjir lagi,” harapnya.

Disinggung lebih lanjut, saat ini kebutuhan mendasar apa yang dibutuhkan warga terdampak banjir seperti dirinya, dia menjawab, bantuan Sembako merupakan kebutuhan yang dibutuhkan karena warga tidak bisa berbelanja akibat jalan tergenang air, dan sebagian air juga sudah masuk ke rumah-rumah warga.

“Kalau (bantuan) air bersih sudah ada, tadi malam dikirim. Terus perahu karetnya belum ada, tadi saya pinjam kasur tetangga untuk mengevakuasi bapak dan ibu saya,” ungkap Susmawati.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kasun) Beluk, Jombok, Kesamben, Jombang, Sis Setyo Budiyanto mengatakan, banjir terjadi akibat filter sampah yang tersumbat di Sipon.

“Kemarin 2 kali sudah dibersihkan tapi secara manual. Dan itu ‘nggak’ bisa dibersihkan secara manual harusnya,” katanya.

Dikatakan Kasun Beluk, ada sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir tahunan yang terjadi kali ini, dan ada sekitar 80 rumah yang tergenang banjir, dalam arti, air sudah masuk ke sekitar 80 rumah warga.

Ketua RW di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Muslik mengatakan, ada sekitar 50 rumah terendam banjir di dusunnya.

“Ketinggian air 40 sampai 50 (Sentimeter) lah,” kata Muslik.

Dia berharap agar segera ada bantuan air bersih kepada warganya yang terdampak banjir. Ia juga berharap agar air segera surut sehingga tidak berdampak terjadinya penyakit.

“Belum ada bantuan sama sekali selama 3 hari ini,” ucap dia.

Sementara itu, lewat pesan What’s App (WA) Telepon Seluler (Ponsel) nya, Kasi Kesiapsiagaan Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Gunadi menjelaskan, terkait banjir ini, pihaknya sudah mengirimkan bantuan 2 tandon air berkapasitas 4000 liter ke lokasi beserta bantuan air bersih.(rif)

Tags: